Ini Sikap Toleransi Penyuluh Agama Kristen Non PNS Kemenag Kabupaten Sorong ketika Sholat Idul Fitri 1446 H

ISTORI NEWS : Penyuluh Agama Kristen Non PNS Kementerian Agama Kabupaten Sorong melakukan aksi toleran dengan menjaga kelancaran pelaksanaan sholat Idul Fitri 1446 H di empat titik berbeda di Kabupaten Sorong.

ISTORINEWS.COM, Aimas- Penyuluh Agama Kristen Non PNS Kementerian Agama Kabupaten Sorong melakukan aksi toleran dengan menjaga kelancaran pelaksanaan sholat Idul Fitri 1446 H di empat titik berbeda di Kabupaten Sorong, diantaranya Salawati, Mayamuk, Mariat dan Aimas, Senin (31/3/2025).

Kegiatan menjaga kelancaran ketertiban dan kebersihan pada pelaksanaan sholat idul Fitri ini pertanda tingginya toleransi umat beragama di Kabupaten Sorong.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Urusan Agama Kristen Kementrian Agama Kabupaten Sorong, Agustinus Horokubun, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi dari peran Penyuluh Agama Kristen untuk membina umat agar hidup taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kegiatan yang dilakukan teman-teman dari penyuluh agama Kristen Non PNS ini merupakan kegiatan dari manifestasi dan peran Penyuluh Agama Kristen untuk membina umat agar hidup taat kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Horokubun.

Menurutnya, langkah hang diambil juga merupakan peran dalam menanamkan nilai-nilai moral dan agama kepada masyarakat, melalui sikap toleransi dalam hidup beragama.

“Harapannya adalah kegiatan ini kiranya dapat Memberikan edukasi, motivasi, dan arahan kepada umat tentang pentingnya hidup rukun sesuai dengan ajaran dan misi Kristiani,” tandasnya.

Hal ini dilakukan agar nilai-nilai Pancasila selalu dapat ditegakkan dan segala isu-isu yang berpotensi menimbulkan Intoleransi dan Radikalisme dapat dihindari, sehingga Upaya menciptakan Indonesia Unggul dapat terwujud.

Koordinator Penyuluh Agama Kristen Non PNS Kabupaten Sorong, Pdt. Thomson F.E.Elias, mengatakan menjaga kelancaran pelaksanaan sholat Idul fitri 1446 H, merupakan agenda rutin yang selalu dilakukan oleh Penyuluh agama Kristen Non PNS Kabupaten Sorong.

“Kegiatan menjaga kelancaran pelaksanaan Sholat Idul fitri ini adalah agenda rutin tahunan dari Penyuluh Agama Kristen Non PNS Kabupaten Sorong, kami sudah melakukannya pada tahun-tahun sebelumnya setiap ada Sholat Idul Fitri,” kata Ketua Program Studi Teologi UKiP Sorong itu.

Dikatakan pihaknya menyadari bahwa penyuluh agama adalah mitra pemerintah, sebagai ujung tombak dalam menyuarakan suara kedamaian melalui pendekatan keagamaan.

“Sebab kami menyadari bahwa Penyuluh agama adalah Mitra Pemerintah, sebagai ujung tombak dalam menyuarakan suara kedamaian melalui pendekatan keagamaan,” terangnya.

Menurutnya, disadari bahwa penyuluh agama berperan sebagai fasilitator dan motivator dalam menyampaikan nilai-nilai agama yang relevan dengan persoalan sosial, seperti cinta kasih, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap sesama ciptaan Tuhan.

Dalam konteks globalisasi dan modernisasi yang terkadang mengancam kehidupan sosial masyarakat, maka penyuluh agama sangat berperan penting.

“Sebab kami diharapkan mampu menjembatani nilai-nilai religius dengan praktek kehidupan nyata,” lanjut pria berkacamata ini.

Untuk itulah maka penyuluh agama Kristen berkontribusi signifikan dalam membentuk pola berpikir dan perilaku masyarakat yang tidak hanya memiliki karakter yang baik, tetapi juga berkomitmen untuk menciptakan dunia yang aman, Tanah Papua dan Kabupaten Sorong yang damai.

Pos terkait