ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Resettlement Kampung Klasaman, Kota Sorong, menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. Puncak perayaan dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026.
Ketua Panitia HUT ke-49 Resettlement Kampung Klasaman, Arnold Jekson Klasibin, mengatakan peringatan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bertujuan memperkuat kebersamaan masyarakat serta menjaga nilai budaya lokal.
“Puncak perayaan HUT Resettlement Kampung Klasaman ke-49 akan dilaksanakan pada 20 April 2026. Sebelum itu kami telah menyiapkan sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat Kota Sorong,” ujar Arnold.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah sayembara pembuatan logo Kampung Klasaman yang terbuka bagi masyarakat umum di Kota Sorong. Melalui kegiatan ini, panitia berharap masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam membangun identitas kampung.
Selain itu, panitia juga menggelar deklarasi kebersihan dan penanaman pohon yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menuju lomba kebersihan lingkungan.
“Kami juga melakukan penanaman sekitar 150 pohon yang dimulai dari depan Kantor Kelurahan Klasaman hingga turunan Yuti, bahkan diupayakan sampai ke wilayah Kilometer 12, Jembatan Kelawalu,” jelasnya.
Di bidang olahraga, panitia menyiapkan turnamen sepak bola yang tidak hanya melibatkan warga Klasaman, tetapi juga mengundang tim dari sejumlah wilayah sekitar seperti Malibela, Mawalokmai, Aimas, dan Malanu.
Selain sepak bola dewasa, juga akan digelar futsal untuk anak-anak putra dan putri serta turnamen bola voli putri.
Tidak hanya olahraga, panitia juga menyiapkan berbagai lomba budaya dan kreativitas, di antaranya lomba berhitung dalam bahasa Moi, fashion show busana adat Moi, serta lomba solo atau karaoke dengan lagu wajib berbahasa Moi.
Arnold menjelaskan lomba berhitung dalam bahasa Moi bertujuan memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda kembali mengenal cara berhitung dalam bahasa Moi, sehingga bahasa dan budaya lokal tetap terjaga,” katanya.
Selain itu, panitia juga berupaya mendokumentasikan sejarah Kampung Klasaman secara lebih baik. Selama ini sejarah kampung tersebut hanya disampaikan secara lisan atau dibacakan pada acara tertentu.
Untuk itu, panitia bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sorong guna membuat dokumentasi sejarah Kampung Klasaman dalam bentuk video agar dapat menjadi arsip bagi generasi mendatang.
Pada puncak perayaan nanti, panitia juga akan meluncurkan website resmi Kampung Klasaman sekaligus meluncurkan logo kampung hasil sayembara.
Arnold berharap seluruh rangkaian kegiatan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial semata, tetapi dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencintai tanah tempat tinggalnya.
“Harapan kami kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi menjadi kebiasaan bagi masyarakat, khususnya suku Moi dan semua warga yang tinggal di Kota Sorong, untuk mencintai tanah ini seperti mencintai milik kita sendiri,” ujarnya.












Hari ini : 710
Kemarin : 1637
Total Kunjungan : 403547
Hits Hari ini : 1289
Who's Online : 7