Ketua Yayasan Pendidikan Kristen Pisga Tegaskan Keputusan Hukum Sudah Inkrah, Minta Semua Pihak Hormati Putusan

ISTORI NEWS : Ketua Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Pisga, Pdt. Manoach Sawaki.

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong– Ketua Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Pisga, Pdt. Manoach Sawaki, menegaskan bahwa pemberitaan di sejumlah media terkait sengketa aset sekolah yang dikelola yayasan tersebut tidak sesuai fakta.

Usai memenuhi panggilan penyidik Polreta Sorong Kota, Manoach Sawaki memastikan bahwa seluruh proses hukum telah memiliki dasar keputusan peradilan yang sah dan berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Bacaan Lainnya

“Semua yang diberitakan itu tidak benar. Saya sudah menjelaskan panjang lebar kepada penyidik Polresta Sorong bahwa dasar hukumnya jelas, yakni perintah pengadilan yang mewajibkan eksekusi atas seluruh aset di lingkungan Moria, baik benda bergerak maupun tidak bergerak,” ujar Pdt. Manoach Sawaki kepada wartawan di Sorong, Rabu (23/10/2025).

Menurutnya, aset yang dimaksud meliputi bangunan, tanah, serta aktivitas pendidikan yang berada di bawah naungan Yayasan Pisga.

Ia menambahkan, para orang tua murid juga telah menandatangani petisi sepanjang sekitar lima meter sebagai bentuk dukungan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di lokasi tersebut.

“Orang tua murid sudah menyatakan secara tertulis menolak pindah dan tetap mendukung sekolah ini. Anak-anak adalah bagian dari amanah kami, dan kami akan terus melindungi mereka,” lanjutnya.

Pdt. Manoach menegaskan, putusan Mahkamah Agung yang telah berkekuatan hukum tetap menjadi dasar kuat bahwa tidak ada lagi pihak yang berhak mengklaim kepemilikan atas aset Gereja Kristus Gembala.

“Legal standing pihak Paulus Sumarno dan kelompoknya sudah dicabut. Mereka tidak lagi memiliki kewenangan berbicara tentang aset yang secara hukum telah dikembalikan kepada pemilik sah, sesuai pengakuan pelaku sejarah Pdt. Paulus Budiono,” tegasnya.

Ia juga menyesalkan adanya pihak-pihak yang mencoba mempolitisasi persoalan tersebut.

“Siapa pun yang mencoba membawa masalah ini ke ranah hukum tidak akan berhasil, karena dasar hukumnya sudah kuat. Kami tidak mencari masalah. Kami hanya ingin fokus membangun sekolah ini agar melahirkan generasi yang berakhlak dan bermoral,” tegas Noach Sawaki menutup pernyataannya.

Pos terkait