Istorinews.com, Raja Ampat– Kelompok perempuan Laphan Kampung Solal, Distrik Misool Utara Raja Ampat menggelar aksi peduli terhadap alam dan sumber daya yang ada di kampung itu.
Menariknya sumber daya alam dan biota laut di kampung Soal dijaga dan dilindungi menggunakan tradisi Sasi adat dengan tujuan tetap mempertahankan kekayaan alam yang dimilikinya.
Kelompok perempuan Laphan binaan Yayasan Konservasi Alam Nusantara ini melakukan kolaborasi dengan Dewan Adat Suku (DAS) Maya Kabupaten Raja Ampat.
Manager Proyek Konsorsium DAS Maya Raja Ampat, Edmon Saleo mengatakan kelompok perempuan Laphan kampung Solal melakukan sasi terhadap kurang lebih tiga spesies sumber daya laut yaitu Teripang, Lola dan Lobster.
Kata Edmon tiga spesies ini sangat penting bagi masyarakat kampung Solal. Melihat menurunnya ketiga spesies tersebut, pihak YAKN dan DAS Maya mendorong Perempuan Laphan melakukan sasi terhadap tiga biota laut itu.
“Bagi perempuan kampung Solal, kehadiran Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan DAS Maya Raja Ampat merupakan semangat dan spirit baru bagi kaum perempuan untuk menjaga sumber daya alamnya dengan tradisi sasi,” ujar Edmon Saleo, Kamis (19/12/2024).
Diharapkan Pemprov Papua Barat Daya, Pemkab Raja Ampat melalui OPD teknis hingga lembaga kultur masyarakat Papua MRPBD Pokja Perempuan dan Pokja Adat untuk memberikan perhatian dan dukungan terhadap masyarakat untuk tetap menjaga sumber daya alamnya melalui kegiatan konservasi.
Harapannya masyarakat Solal, Yayasan Konservasi Alam Nusantara dan DAS Maya Raja Ampat terus melakukan pengawasan sampai masa panen atau buka sasi nantinya, sehingga hasilnya dapat dirasakan warga masyarakat Kampung Solal.
Proses sasi dipusatkan di pulau Senyu dan pulau Panjang kampung Solal, sasi ini berlangsung selama 11 bulan yang dimulai dari Desember 2024 hingga November 2025.















Hari ini : 388
Kemarin : 853
Total Kunjungan : 312656
Hits Hari ini : 685
Who's Online : 9