ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya– Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menempatkan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) sebagai ujung tombak dalam upaya penanggulangan stunting melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dioptimalkan di seluruh wilayah provinsi termuda itu.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Papua Barat Daya, Dr. Suardi Thamal, menyatakan bahwa kehadiran SPPI menjadi harapan besar dalam percepatan pemulihan gizi masyarakat.
“Para SPPI ini menjadi satu-satunya harapan besar terhadap percepatan pemulihan gizi di Papua Barat Daya,” ujarnya saat membuka pembekalan calon Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sorong, Sabtu (19/7/2025).
Dr. Suardi menyebut, para SPPI memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam menangani stunting dan meningkatkan gizi anak sekolah serta kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Program ini bukan hanya sekadar pelatihan, tapi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat dan kuat,” tambahnya.
Berdasarkan data elektronik E-PPGBM Triwulan I Tahun 2025, dari 10.802 balita yang menjadi sasaran pengukuran di Kota Sorong, sebanyak 4.671 anak telah ditimbang dan diukur.
Tercatat 388 kasus stunting, atau sebesar 8,31 persen, menandai penurunan signifikan dibanding data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2025 yang mencatat angka stunting di tingkat provinsi sebesar 31,0 persen.
Distribusi stunting di Kota Sorong menunjukkan variasi antar wilayah. Distrik Sorong Barat mencatat prevalensi tertinggi sebesar 15,05 persen, disusul Sorong Kepulauan 13,80 persen.
Distrik Sorong Timur memiliki angka terendah 2,29 persen, sementara Distrik Sorong menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 82 balita stunting.
Wilayah lainnya seperti Malaimsimsa, Sorong Manoi, dan Sorong Kota juga masih mencatat prevalensi di atas 8 persen.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan pembekalan dan pelatihan kepada 57 calon Kepala SPPG yang merupakan lulusan program SPPI.
Kepala Regional Papua Barat Daya BGN, Elma Fitriani Polan, menyampaikan bahwa para calon ini akan ditempatkan di seluruh dapur sehat di wilayah Papua Barat Daya.
“Dengan tambahan 57 calon dari gelombang ketiga ini, kami berharap kapasitas pelayanan gizi dapat semakin optimal,” ujarnya.
Saat ini, program MBG telah menjangkau 27.929 jiwa yang terdiri atas 26.827 siswa dari jenjang TK hingga SMA, serta 1.102 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. BGN menargetkan program ini dapat menjangkau hingga 119.203 jiwa di seluruh Papua Barat Daya dalam waktu dekat.
















Hari ini : 403
Kemarin : 1317
Total Kunjungan : 237185
Hits Hari ini : 852
Who's Online : 7