ISTORINEWS.COM, Sorong Selatan– SD XII dan SMP X Muhammadiyah Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, sukses menggelar acara pelepasan dan penamatan peserta didik tahun ajaran 2024/2025.
Kegiatan berlangsung di ruang pertemuan Kampus UNSAR Teminabuan, Kamis (12/6/2025), dengan mengusung tema “Ciptakan Generasi Pembelajar untuk Indonesia Emas Berpijar.”
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah, dilanjutkan dengan pidato dalam bahasa Inggris, penanggalan atribut siswa, serta pengalungan gordon tanda kelulusan. Suasana semakin semarak dengan penampilan paduan suara dari para siswa, serta pengumuman dan pemberian hadiah kepada siswa-siswi berprestasi.
Jumlah peserta didik yang dilepas dan ditamatkan terdiri dari 29 siswa SD dan 19 siswa SMP. Seluruh peserta didik dinyatakan lulus 100 persen.
Kepala SMP XII Muhammadiyah Teminabuan, Nuraini Kaliky dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar para lulusan terus semangat belajar dan siap menghadapi tantangan zaman, termasuk era globalisasi yang kian kompleks.
Namun, ia juga menyoroti kondisi fasilitas pendidikan yang masih minim. Menurutnya, sekolah masih kekurangan sarana prasarana serta tenaga pendidik, yang menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar.
“Walaupun banyak kendala, kami bersama bapak-ibu guru berkomitmen untuk tetap menjalankan proses pembelajaran dengan maksimal. Dan hari ini menjadi bukti bahwa proses itu berhasil,” ujar Nuraini.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa tenaga pendidik yang sebelumnya membantu di sekolah tersebut telah dipindahkan ke sekolah lain setelah lulus seleksi PPPK. Saat ini, sekolah terpaksa mengandalkan tenaga dosen dari kampus UNSAR Teminabuan sebagai pengajar sementara.
Oleh karena itu, ia berharap kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Selatan agar dalam penempatan guru, tidak hanya memprioritaskan sekolah negeri, tetapi juga memperhatikan sekolah swasta, termasuk yang berada di bawah Yayasan Muhammadiyah dan yayasan lainnya.
“Semua sekolah punya tujuan yang sama: mencerdaskan anak bangsa. Tidak boleh ada diskriminasi antara negeri dan swasta. Kami di swasta juga berkontribusi nyata untuk pendidikan di tanah Papua,” tegasnya. (MR)















Hari ini : 533
Kemarin : 1317
Total Kunjungan : 237315
Hits Hari ini : 1369
Who's Online : 12