SMA Negeri 2 Kota Sorong Diminati Pelamar, Hari Pertama 500 Lebih Formulir Diambil untuk Rebut 360 Kursi

ISTORI NEW :Antusias masyarakat dalam mengikuti proses penerimaan peserta didik baru tahun 2025/2026 di SMA Negeri 2 Kota Sorong sangat tinggi.

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong– Antusias masyarakat dalam mengikuti proses penerimaan peserta didik baru tahun 2025/2026 di SMA Negeri 2 Kota Sorong sangat tinggi.

Hal ini terlihat dari membludaknya pendaftar pada hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang digelar di sekolah itu, Selasa (17/6/2025).

Bacaan Lainnya

Sekretaris Panitia SPMB SMA Negeri 2 Kota Sorong, Tukul, menjelaskan bahwa proses pendaftaran tahun ini mengacu pada petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Kota Sorong. Pendaftaran dibuka melalui empat jalur, yakni Jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi.

ISTORI NEWS : Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru SMA Negeri 2 Kota Sorong, Tukul.

Ia pun merincikan setiap kuota pada masing-masing jalur pendaftaran, dimana
Jalur Domisili: 30 persen atau 120 siswa, terdiri dari 70 siswa Orang Asli Papua (OAP) dan 48 siswa non-OAP.

Jalur Prestasi: 35 persen atau140 siswa, dengan rincian 98 siswa dari prestasi akademik dan 42 siswa dari prestasi non-akademik.

Jalur Afirmasi: 30 persen atau 120 siswa, ditujukan bagi pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), serta penyandang disabilitas.

Jalur Mutasi: 5 persen atau 20 siswa, diperuntukkan bagi calon siswa yang memiliki SK mutasi atau surat pindah domisili.

Tukul mengungkapkan, antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah formulir pendaftar yang mencapai lebih dari 500 diambilnoleh calon pelamar pada hari pertama.

Ia menambahkan, berdasarkan edaran resmi, jumlah siswa yang akan diterima tahun ini adalah sebanyak 360 siswa. Proses seleksi pun akan dilakukan secara terpisah sesuai jalur pendaftaran, termasuk pengelompokan antara OAP dan non-OAP, serta berdasarkan gender.

Ia pun menyarankan agar Pemerintah Kota Sorong harus melihat persoalan dimana jumlah siswa yang mendaftar sangatlah besar, sementara pihak sekolah hanya mempunyai kuota yang terbatas, sehingga siswa yang tidak lolos melalui SPMB harus susah payah mencari sekolah lain.

Tukul pun menyarankan agar Pemerintah bisa menambahkan satu SMA Negeri lagi di wilayah kilo 12 atau kilo 13, hal ini dikarenakan jumlah penduduk sudah semakin bertambah.

Pos terkait