ISTORINEWS.COM, Kabupaten Sorong– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1802/Sorong Tahun 2025 resmi digelar di Kampung Yeflio Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong.
Program TMMD itu dibuka melalui upacara pembukaan yang dipimpin Wakil Bupati Sorong, Suteja di lapangan Emanuel Kampung Yeflio Selasa (6/5/2025).
Program TMMD ini bertujuan untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka membantu pemerintah daerah dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik bersifat fisik maupun non fisik.
Wakil Bupati dalam sambupatannya mengatakan Program TNI Manunggal Membangun Desa adalah program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementrian, Lembaga Pemerintah dan non Pemerintah serta lapisan masyarakat.

“Melalui program ini diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah. Sebab proses perencanaan TMMD selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat,” ujar Sutejo.
Dikatakannya, melalui program sanitasi berbasis masyarakat, sedangkan sasaran fisik yang dilakukan dan diprioritaskan pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana menjadi kebutuhan rakyat di daerah.
Wakil Bupati Sorong, Sutejo, menyampaikan harapan agar TMMD tak hanya menjadi agenda rutin pembangunan, tetapi juga momentum untuk mengangkat potensi daerah, termasuk potensi wisata di Kampung Yeflio.
“Dalam kesempatan ini, saya minta kepala kampung dan kepala distrik untuk mulai memikirkan pengembangan Kampung Jeflio sebagai kampung wisata. Wilayah ini punya potensi alam yang luar biasa, dan dengan sinergi bersama Dinas Pariwisata, ke depan kita bisa kembangkan pariwisata berbasis masyarakat,” imbuhnya.
Danrem 181/PVT Sorong, Brigjen TNI Totok Sutriono, menjelaskan bahwa TMMD ke-124 di Kampung Yeflio menyasar berbagai aspek penting pembangunan.
Pada kegiatan nonfisik, berbagai penyuluhan diberikan kepada warga, seperti wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan pertanian, 0elayanan dan penyuluhan kesehatan, pendidikan masyarakat, hukum dan kamtibmas, penanganan stunting, serta, pemutaran film perjuangan sebagai sarana edukasi sejarah dan nasionalisme.
Dikatakannya, asaran fisik diprioritaskan pada infrastruktur dasar dan fasilitas umum, yakni Rehabilitasi 8 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan 5 titik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih, rehabilitasi 2 unit MCK, rehabilitasi gapura gereja sebagai simbol toleransi dan persatuan.
Selain itu, dalam rangka mendukung program nasional percepatan penurunan stunting, TMMD juga menyalurkan bantuan berupa 100 paket gizi kepada keluarga yang membutuhkan.
“Seluruh kegiatan melibatkan 150 personel gabungan, terdiri atas 15 orang Dansatgas dan staf, 25 orang penyuluh dari berbagai instansi, serta 110 personel dari SSK TMMD. Anggaran kegiatan didukung oleh sinergi antara TNI-AD dan Pemerintah Kabupaten Sorong melalui APBD, ” jelas Danrem 181/PVT Sorong.












Hari ini : 595
Kemarin : 1181
Total Kunjungan : 379780
Hits Hari ini : 1081
Who's Online : 19