TPNPB Kodap 33 RuMana Klaim Bertanggungjawab atas Serangan terhadap Empat Nakes di Tambrauw

TPNPB Kodap 33 RuMana Klaim Serangan terhadap Empat Nakes di Tambrauw.

ISTORINEWS.COM, Tambrauw – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), dari Komando Daerah Pertahanan (Kodap) 33 RuMana Tambrauw mengklaim telah melakukan penyerangan terhadap empat tenaga kesehatan (nakes) di wilayah Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, pada Senin (16/3/2026). Dalam insiden tersebut dua orang nakes dilaporkan meninggal dunia.

Klaim tersebut disampaikan melalui sebuah video berdurasi 4 menit 49 detik yang beredar luas di aplikasi WhatsApp.

Bacaan Lainnya

Dalam video itu, seorang yang mengaku sebagai Komandan Operasi TPNPB-OPM Kodap 33 RuMana Tambrauw menyatakan bahwa penyerangan dilakukan setelah kelompok mereka melakukan pengintaian di wilayah operasi Salemkai hingga Fef.

“Kami dari TPNPB. Kami dari Komando (Kodap 33) yang lakukan,” ujar salah satu dari lima orang yang tampil dalam video tersebut.

Dalam pernyataannya, mereka juga meminta setiap kendaraan yang melintasi wilayah operasi Kodap 33 RuMana untuk menurunkan kaca mobil agar mereka dapat memastikan bahwa penumpang di dalam kendaraan merupakan warga sipil.

“Kalau kaca mobil tutup, kami tembak,” ucapnya.

Kelompok tersebut juga mengklaim bahwa dua tenaga kesehatan yang tewas merupakan oknum intelijen aparat keamanan Republik Indonesia.

Mereka mengaku memiliki bukti berupa sebuah handy talky (HT) dan dua butir amunisi yang disebut diambil dari para korban.

“Jadi aparat keamanan Republik Indonesia jangan bantah. Karena kami punya bukti berupa HT dan dua butir amunisi yang kami ambil,” kata orang dalam video tersebut.

Dalam video yang sama, kelompok itu juga mempersilakan aparat TNI-Polri untuk mengejar mereka, namun meminta agar tidak mengganggu masyarakat sipil di wilayah tersebut.

“Silakan tentara dan polisi kejar kami. Kami pelaku. Kami tidak lari. Jangan kejar masyarakat. Kami ada di wilayah Selemkai sampai di Fef,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, insiden penyerangan terhadap empat tenaga kesehatan terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.37 WIT.

Saat kejadian, keempat tenaga kesehatan tersebut sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pratama Fef untuk menjalankan tugas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Namun setibanya di wilayah Kampung Jokbu atau Banfot, mereka tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

Dua dari empat tenaga kesehatan tersebut berhasil melarikan diri dan menyelamatkan diri ke Pos TNI di Distrik Bamusbama. Sementara dua korban lainnya tidak sempat melarikan diri dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kedua korban yang meninggal diketahui bernama Yeremia Lobo dan Edwin. Keduanya merupakan tenaga kesehatan yang sedang bertugas memberikan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Tambrauw.

Adapun dua korban yang berhasil selamat yakni Hamzah dan Robby. Pasca kejadian tersebut, aparat keamanan langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban serta melakukan penyelidikan dan pendalaman guna mengungkap pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut.

Pos terkait