ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memastikan tiga masyarakat yang menjadi korban dalam sebuah kejadian di Kabupaten Maybrat mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
Ketiga korban yang sebelumnya dirawat di RSD Maybrat telah dirujuk ke rumah sakit di Kota Sorong untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya mengatakan, langkah penanganan tersebut dilakukan setelah dirinya menerima arahan langsung dari Gubernur Papua Barat Daya. Sekitar pukul 15.00 WIT, gubernur meminta seluruh pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Maybrat dan rumah sakit di Kota Sorong, segera mempersiapkan penerimaan pasien.
“Saya langsung koordinasi dengan Pak Sekda, kemudian dengan Pak Direktur, dengan Ibu Direktur Rumah Sakit untuk kemudian dilakukan persiapan karena ada sekitar tiga pasien yang akan dirujuk dari Maybrat ke sini,” ujar Wakil Gubernur.

Persiapan penanganan dilakukan sejak sore hari. Ketiga pasien tiba di rumah sakit sekitar pukul 20.00 WIT dan langsung mendapatkan tindakan medis sesuai kondisi masing-masing.
Fasilitas kesehatan, termasuk kebutuhan tindakan medis dan operasi, juga telah dipersiapkan sebelumnya untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Wakil Gubernur menegaskan keselamatan dan kesehatan para korban menjadi prioritas pemerintah daerah. Seluruh biaya pengobatan pasien disebut akan ditanggung Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, termasuk apabila pasien membutuhkan rujukan lanjutan ke fasilitas kesehatan lainnya.
“Malam ini kami datang untuk memastikan bahwa penanganan terhadap seluruh pasien ini harus maksimal dan responsnya harus diaplikasikan sehingga kita pantau perkembangan,” katanya.
Mengenai penyebab dan kronologi kejadian, Wakil Gubernur menyampaikan pemerintah belum dapat memberikan keterangan secara detail karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Pemerintah akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan kronologi kejadian serta mengetahui pihak yang bertanggung jawab.
“Untuk mengetahui kronologisnya termasuk pelakunya seperti apa, tentu bagian itu adalah tugas penegak hukum, baik Polri maupun TNI yang akan melakukan tugasnya,” jelasnya.
Pemerintah juga menerima informasi terkait situasi di Maybrat yang sempat mengalami ketegangan setelah kejadian tersebut. Aksi spontanitas masyarakat berupa pemalangan jalan dan pembakaran ban disebut terjadi sebagai bentuk luapan kekecewaan.
Menanggapi kondisi tersebut, Pemprov Papua Barat Daya berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Maybrat dan jajaran Forkopimda untuk mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, serta seluruh masyarakat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Wakil Gubernur mengimbau keluarga korban dan seluruh masyarakat Papua Barat Daya, khususnya masyarakat Maybrat, tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi.
“Mari kita sama-sama jaga kondusivitas daerah untuk memastikan Papua Barat Daya tetap aman dan kondusif,” imbaunya.
Ia kembali menegaskan, pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan kesehatan para korban. Tim medis telah disiapkan secara maksimal dan pemerintah memastikan seluruh kebutuhan rujukan akan ditanggung apabila pasien membutuhkan penanganan lanjutan.
“Untuk kejadian ini, tindakan medisnya sudah dilakukan penuh oleh pemerintah dan tim medis sudah full siap untuk memastikan penanganan semaksimal mungkin. Kalau memang perlu dirujuk, pemerintah juga akan menanggung sepenuhnya biayanya,” tegasnya.
Selain penanganan korban, Wakil Gubernur mengingatkan seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan proses penyelidikan.






