ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Sebanyak 228 pelaku usaha mikro di Kota Sorong mendapat dukungan dari pemerintah melalui bantuan modal usaha dan peralatan, sebagai upaya memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Potensi dan Pengembangan Usaha Mikro melalui Pemberian Bantuan Modal Usaha dan Peralatan bagi Pelaku UMKM Kota Sorong Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Gedung LG Kota Sorong, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Sorong Septinus Lobat, Plt. Sekretaris DPRK Kota Sorong sekaligus Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Sorong, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Sorong Frans Kambuaya.
Program bantuan ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 dan menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Sorong dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dari total 228 penerima bantuan, sebanyak 132 merupakan Orang Asli Papua (OAP), sementara 96 lainnya merupakan pelaku UMKM non-OAP.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas modal usaha senilai Rp8,5 juta untuk 123 pelaku UMKM, 33 unit gerobak jualan, 17 unit etalase, serta 55 unit tenda kotak berukuran 2 x 2 meter.
Wali Kota Sorong Septinus Lobat dalam sambutannya mengingatkan para penerima agar menggunakan bantuan secara tepat dan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan di luar pengembangan usaha.
“Kalau dikasih modal, modal Rp8 juta gunakan dengan baik. Supaya ibu-ibu punya usaha bisa terus berkelanjutan,” pesan Septinus.
Ia juga meminta Dinas Koperasi dan UKM Kota Sorong tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi melakukan monitoring dan pembinaan secara berkelanjutan kepada penerima.
Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukan serta mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha masyarakat.
Septinus mengatakan perhatian pemerintah diberikan terutama kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk mama-mama Papua dan pelaku usaha kecil yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda ekonomi di tingkat masyarakat.
“Negara hadir harus memberi manfaat. Negara hadir harus memberi yang terbaik untuk rakyat,” tegasnya.
Pemkot Sorong berharap bantuan modal dan peralatan tersebut dapat menjadi stimulus bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, menambah pendapatan keluarga, menciptakan peluang ekonomi baru, dan pada akhirnya ikut memperkuat perekonomian Kota Sorong. (*)






