ISTORINEWS.COM, Pemprov PBD- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperkuat misi dagang dan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kedua provinsi.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengatakan, kehadiran Pemprov Jawa Timur di Papua Barat Daya menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan misi dagang antara dua provinsi yang berlangsung di Kota Sorong, Kamis (19/6/2025).
“Saya ingin mengajak kita semua untuk memanfaatkan kesempatan ini demi kemajuan provinsi dari sisi pertumbuhan ekonomi,” ujar Elisa dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jawa Timur yang telah memilih Papua Barat Daya sebagai mitra dalam pengembangan jejaring konektivitas misi dagang dan investasi nasional.
Mantan Bupati Asmat itu memaparkan sejumlah potensi unggulan Papua Barat Daya yang tersebar di enam kabupaten/kota, antara lain komoditas udang, sektor pariwisata, perikanan, peternakan, pertanian, hingga energi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat tahun 2024 mencatat, produksi udang Papua Barat Daya menempati urutan kedua tertinggi di wilayah Papua, yakni sebesar 3.101 ton. Di sektor pariwisata, provinsi ini juga mencatat jumlah kunjungan wisatawan tertinggi kedua se-Papua dengan 917.412 perjalanan selama 2024.
Sementara itu, luas panen padi dan sagu di tahun 2023 masing-masing mencapai 573,44 hektare dan 2.934 hektare dengan total produksi sebesar 2.233,7 ton padi dan 2.464 ton sagu. Kabupaten Sorong menjadi penyumbang utama produksi tersebut.
“Kita harus optimis bahwa hari esok lebih baik dari hari ini. Dan itu harus dimulai sekarang, dari kita sendiri,” tegas Elisa.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengungkapkan bahwa misi dagang yang digelar tahun lalu di Papua Barat Daya menghasilkan komitmen transaksi senilai Rp246 miliar, khususnya di sektor kelautan, pertanian, peternakan, dan jasa pariwisata.
“Tahun ini kami menargetkan nilai komitmen bisa melampaui Rp300 miliar,” ujar Emil.
Ia menambahkan, kehadiran kembali Pemprov Jawa Timur ke Papua Barat Daya pada 2025 merupakan hasil evaluasi positif dari misi dagang sebelumnya. Dalam kegiatan kali ini, sebanyak 100 pelaku usaha dari Papua Barat Daya dan 37 pelaku usaha dari Jawa Timur ikut berpartisipasi.
“Tujuan utama misi dagang ini adalah memperkuat pasar yang sudah ada, membuka jejaring baru, serta menumbuhkan pasar potensial guna mendukung neraca perdagangan antarprovinsi,” tutup Emil.











Hari ini : 1487
Kemarin : 1637
Total Kunjungan : 404324
Hits Hari ini : 3286
Who's Online : 14