ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau langsung rumah susun (rusun) prajurit TNI Angkatan Laut di Jalan Sorong–Klamono KM 17, Kota Sorong, Senin (27/4/2026) malam.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kualitas hunian yang disiapkan pemerintah bagi prajurit benar-benar layak, aman, dan nyaman.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik Amelia Adininggar Widyasanti serta Panglima Komando Armada III Dato Rusman.
Dalam kunjungan itu, Maruarar melihat langsung kondisi rusun yang diperuntukkan bagi prajurit TNI AL, termasuk personel Pasmar 3 dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Bangunan rusun tersebut mengusung konsep hunian modern tipe Wisma Arunika, terdiri dari tiga lantai dengan total 44 unit.
Setiap unit dilengkapi fasilitas penunjang guna memberikan kenyamanan bagi prajurit dan keluarganya. Pembangunan rusun juga dilakukan di beberapa titik di Sorong sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan hunian yang dekat dengan lokasi tugas.
Maruarar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan rusun tersebut, mulai dari balai pelaksana hingga pihak TAPERA. Ia menilai hasil pembangunan sudah tepat sasaran dan memiliki kualitas yang baik.
“Semua yang diusulkan dari balai semuanya tepat sasaran. Harus bekerja dengan hati dan secara profesional,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong kualitas pembangunan hunian agar tetap terjaga dan memberikan manfaat nyata bagi prajurit.
Menurutnya, kehadiran rusun ini menjadi bukti komitmen negara dalam meningkatkan kesejahteraan prajurit yang bertugas menjaga kedaulatan di wilayah timur Indonesia.
“Hunian yang layak, aman, dan dekat dengan tempat tugas akan membuat prajurit bisa fokus menjalankan tugas tanpa khawatir terhadap keluarga,” kata Maruarar.
Selain sebagai tempat tinggal, pemerintah juga mendorong agar rusun dapat menjadi ruang produktif bagi keluarga prajurit, termasuk membuka peluang kegiatan ekonomi bagi para istri prajurit.
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar juga mendengar langsung pengalaman salah satu penghuni rusun, Faisal, yang sebelumnya harus mengeluarkan biaya kos hingga Rp1 juta per bulan sebelum menempati hunian tersebut.
“Sekarang negara hadir untuk membantu dan menjaga keluarga mereka,” tambahnya.
Peninjauan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kementerian PKP di lingkungan TNI AL di Sorong, sekaligus memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh prajurit dan keluarganya.













Hari ini : 643
Kemarin : 1428
Total Kunjungan : 397547
Hits Hari ini : 1082
Who's Online : 6