Wisata Rohani PKB GKI Efata Mariat Pantai Pererat Persekutuan dengan Jemaat GKI Marthen Luther Yembeser Raja Ampat

ISTORI NEWS : Wisata Rohani PKB GKI Efata Mariat Pantai Pererat Persekutuan dengan Jemaat GKI Marthen Luther Yembeser Raja Ampat.

ISTORINEWS.COM, Raja Ampat  – Persekutuan Kaum Bapa (PKB) GKI Efata Mariat Pantai, Klasis Malamoi, melaksanakan wisata rohani ke Jemaat GKI Marthen Luther Yembeser, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, sejak Jumat hingga Senin, 21–24 Agustus 2026, tersebut tidak sekadar menjadi perjalanan wisata, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persekutuan, membangun kebersamaan serta memperkuat hubungan pelayanan antara jemaat di wilayah Sorong dan Raja Ampat.

Bacaan Lainnya

Rombongan PKB GKI Efata Mariat Pantai berangkat dari Kota Sorong pada Jumat, 21 Agustus 2026, menuju Yembeser. Setelah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan rohani dan kebersamaan bersama Jemaat GKI Marthen Luther Yembeser, rombongan kemudian kembali ke Kota Sorong pada Senin, 24 Agustus 2026.

Kegiatan wisata rohani tersebut dipimpin Ketua PKB Jemaat GKI Efata Mariat Pantai, Frans Usili, bersama Ketua Jemaat GKI Efata Mariat Pantai, Pdt. Yohana Silahooy/Nasarany, S.Si,Theol

Dalam kegiatan tersebut, rombongan juga didampingi anggota DPR Papua Barat Daya, Marthinus Abraham Nasarany, yang turut mengambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Ketua PKB GKI Efata Mariat Pantai, Frans Usili, mengatakan kegiatan wisata rohani tersebut tidak hanya bertujuan untuk melakukan perjalanan bersama, tetapi menjadi momentum bagi kaum bapak untuk memperkuat iman, kebersamaan dan persaudaraan antarsesama warga gereja.

“Wisata rohani ini bukan sekadar perjalanan atau rekreasi, tetapi bagaimana kami sebagai kaum bapak dapat membangun persekutuan, mempererat hubungan dengan jemaat yang kami kunjungi, sekaligus saling berbagi pengalaman dalam pelayanan,” ujar Frans.

Menurutnya, kunjungan ke Jemaat GKI Marthen Luther Yembeser menjadi pengalaman yang sangat berarti karena rombongan dapat bertemu langsung dengan PKB dan warga jemaat setempat.

Ia berharap hubungan persaudaraan yang telah terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan dikembangkan dalam bentuk kegiatan pelayanan lainnya di masa mendatang.

“Kami bersyukur bisa hadir di Yembeser dan diterima dengan baik oleh saudara-saudara kami. Kami berharap kunjungan ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir, tetapi menjadi awal dari hubungan persaudaraan yang lebih kuat antara PKB Efata Mariat Pantai dan PKB Marthen Luther Yembeser,” katanya.

Frans juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk anggota DPR Papua Barat Daya, Marthinus Abraham Nasarany, yang turut hadir mendampingi rombongan dalam rangka pelaksanaan reses.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Majelis Jemaat GKI Efata Mariat Pantai, Pdt. Yohana Silahooy/Nasarany, S.Si, Theol, mengatakan kegiatan wisata rohani tersebut merupakan bagian dari upaya gereja mendorong kaum bapak untuk semakin aktif dalam kehidupan persekutuan dan pelayanan.

Ia menilai kaum bapak memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga Kristen sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

“Gereja tentu memberikan dukungan terhadap kegiatan seperti ini, karena persekutuan tidak hanya dibangun melalui ibadah di dalam gereja, tetapi juga melalui perjumpaan, kebersamaan dan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi jemaat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan penanaman 10 pohon cemara di halaman gereja GKI Marthen Luther Yembeser juga memiliki makna tersendiri. Selain memperindah lingkungan gereja, kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan dan warisan yang dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

“Pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat besar dalam waktu singkat, tetapi ke depan akan tumbuh dan menjadi bagian dari lingkungan gereja. Ini menjadi simbol bahwa pelayanan dan persekutuan juga harus terus bertumbuh,” katanya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama kegiatan di Yembeser dapat dibawa pulang dan menjadi motivasi bagi kaum bapak untuk semakin aktif dalam pelayanan di Jemaat GKI Efata Mariat Pantai.

Anggota DPR Papua Barat Daya, Marthinus Abraham Nasarany, S.H,.M.H, mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan reses sekaligus bentuk tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk mendengar dan merespons aspirasi masyarakat.

Nasarany menjelaskan, kegiatan wisata rohani PKB GKI Efata Mariat Pantai menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan melalui proposal panitia dan kemudian mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti.

“Reses bukan hanya tentang bertemu masyarakat secara formal, tetapi bagaimana kita hadir, mendengar aspirasi dan melihat secara langsung kegiatan yang dilaksanakan masyarakat. Dalam kesempatan ini, saya hadir bersama PKB GKI Efata Mariat Pantai sekaligus melihat langsung kegiatan wisata rohani yang dilaksanakan di Yembeser,” ujar Nasarany.

Ia mengatakan kegiatan keagamaan seperti wisata rohani memiliki nilai positif karena tidak hanya memperkuat kehidupan iman, tetapi juga membangun persaudaraan dan kebersamaan antarmasyarakat.

“Yang kita lihat di sini bukan hanya kegiatan perjalanan, tetapi ada nilai persekutuan, ada pembinaan rohani, ada kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman pohon, dan ada interaksi antara jemaat. Hal-hal seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan,” katanya.

Nasarany juga mengapresiasi kegiatan penanaman 10 pohon cemara di halaman gereja GKI Marthen Luther Yembeser. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan gereja dapat berjalan bersama dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Ia berharap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses dapat terus menjadi perhatian dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPRP Papua Barat Daya.

“Saya berharap melalui reses ini komunikasi dengan masyarakat dan jemaat dapat terus dibangun. Apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan menjadi bagian yang kami dengarkan dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang ada,” pungkasnya.

Pos terkait