Cartensz Malibela Dorong Pemprov PBD Perhatikan Ruas Jalan Batu Payung-Hobart hingga Perbatasan Sorong Selatan

ISTORI NEWS : Anggota DPRP Papua Barat Daya, Carstensz Malibela RESES II di Kabupaten Sorong Tinjau Ruas Jalan Provinsi Papua Barat Daya Batu Payung Hobart Batas Sorsel.

ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya – Kondisi ruas jalan provinsi yang menghubungkan Batu Payung, Kelawak, Hobart hingga perbatasan Kabupaten Sorong Selatan Papua Barat Daya (PBD) dinilai masih menjadi hambatan utama mobilitas masyarakat.

Anggota DPRP Papua Barat Daya, Cartensz Malibela, mendorong Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memprioritaskan peningkatan ruas jalan tersebut pada tahun anggaran 2027.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikannya setelah melakukan kunjungan kerja dalam rangka Reses II di Distrik Hobart, Kabupaten Sorong, Rabu (16/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, ia menerima berbagai aspirasi masyarakat, dengan persoalan akses jalan menjadi salah satu kebutuhan utama yang disampaikan.

“Persoalan utama di sana adalah akses jalan. Dan akses jalan itu benar, itu adalah ruas provinsi. Untuk itu, saya mendorong agar ada perhatian pemerintah,” ujar Cartensz.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Kepala Distrik Hobart, Ketua Dewan Adat, kepala kampung dari tujuh kampung dengan keterwakilan empat kampung, serta perwakilan tiga kampung lainnya. Pertemuan juga melibatkan tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, guru dan tenaga medis.

Menurut Cartensz, peningkatan ruas jalan itu penting karena akses Batu Payung-Kelawak-Hobart menuju Sorong Selatan dinilai lebih dekat dibandingkan jalur lainnya. Namun, kondisi jalan yang belum memadai masih menjadi kendala bagi masyarakat dalam melakukan mobilitas.

Menurutnya, masyarakat tidak menuntut pembangunan jalan dengan konstruksi beton yang membutuhkan biaya besar. Mereka lebih mengharapkan agar ruas jalan tersebut dapat diaspal.

“Masyarakat minta pengaspalan saja. Tidak perlu cor karena biaya terlalu besar. Kalau kita aspalkan, posisi daerah itu kan batu kapur, jadi kuat. Kalau aspal sekali, itu bisa awet,” katanya.

Cartensz menyebut aspirasi mengenai pembangunan jalan tersebut sebelumnya telah disampaikan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat distrik hingga kabupaten. Aspirasi tersebut juga telah disampaikan kepada pemerintah provinsi serta DPRP Papua Barat Daya melalui Komisi III.

Karena itu, Cartensz memastikan akan berkoordinasi dengan Komisi III DPRP Papua Barat Daya untuk mendorong agar kebutuhan pembangunan ruas jalan tersebut mendapat perhatian dalam kebijakan pemerintah daerah.

“Saya akan cek dan berkoordinasi dengan Komisi III. Harus ada koordinasi internal kita. Saya mendorong sesegera mungkin untuk diselesaikan pembangunan ruas jalan Batu Payung, Hobart sampai ke perbatasan Sorong Selatan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi masyarakat, kondisi jalan dari arah Sorong Selatan menuju wilayah tersebut relatif lebih baik. Namun, akses dari Hobart untuk menembus jalan menuju Sorong Selatan masih mengalami keterbatasan.

Cartensz juga menyampaikan adanya informasi dari masyarakat mengenai persoalan sosial yang pernah terjadi akibat penggunaan akses jalan tersebut. Menurutnya, informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah warga dalam pertemuan dan telah dicatat sebagai bagian dari aspirasi masyarakat.

“Jalan itu kan dibangun pemerintah untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, akses tersebut harus bisa dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Cartensz menegaskan, pembangunan ruas Batu Payung-Kelawak-Hobart hingga perbatasan Sorong Selatan bukan hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kelancaran mobilitas masyarakat dan keterhubungan antarwilayah di Papua Barat Daya.

Pos terkait