Tinjauan ini merupakan bagian dari monitoring dan evaluasi program kompensasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk masyarakat di Daerah Belum Tersedia Fasilitas Kesehatan Memenuhi Syarat (DBTFMS).
Kunjungan diawali di RS Kapal Nusa Waluya II yang saat ini bersandar di perairan Kabare, Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Rombongan disambut Ketua Pengurus Yayasan doctorSHARE, Tutuk Utomo Nuradhy.
Ia menjelaskan bahwa sejak beroperasi pada 2018, kapal tersebut telah melayani belasan titik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai mitra pelayanan alternatif yang penting dalam mendekatkan akses kesehatan ke masyarakat.
“Kami melihat pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan. Dengan dukungan BPJS Kesehatan dan DJSN, pelayaran kami bisa lebih terarah, terintegrasi, dan menjangkau wilayah prioritas DBTFMS,” ujar Tutuk, Senin (30/6/2025).
Selain layanan kuratif, RS Kapal Nusa Waluya II juga menjalankan program promotif dan preventif, seperti pelatihan Dokter Kecil (DOKCIL), antenatal care untuk bidan lokal, serta edukasi gaya hidup sehat. Kapal ini ditargetkan melayani 2–3 wilayah per tahun dengan capaian hingga 20.000 pasien.
Pada hari berikutnya, tim melanjutkan kunjungan ke Kapal Bantu Rumah Sakit KRI dr. Wahidin Sudirohusodo milik TNI AL. Rumah sakit terapung ini dilengkapi berbagai fasilitas medis modern seperti ruang operasi steril dan non-steril, ICU, HCU, laboratorium, dan poliklinik spesialis.
Komandan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo, Kolonel Laut (P) Edi Herdiana, S.T., M.Tr. Opsla, menyambut baik rencana kerja sama ke depan. “Dengan dukungan BPJS Kesehatan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, kapal kami siap memberikan layanan di wilayah-wilayah perairan terpencil yang membutuhkan,” ujarnya.
Anggota DJSN, dr. Mahesa Paranadipa Maikel, MH, MARS, menyatakan bahwa program kompensasi JKN di DBTFMS merupakan bukti kehadiran negara dalam menjamin hak atas layanan kesehatan yang adil dan merata.
“Kunjungan ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan militer sangat mungkin dilakukan untuk memperkuat JKN di daerah-daerah sulit dijangkau,” tegasnya.
Senada, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sorong, Pupung Purnama, menegaskan komitmen BPJS Kesehatan dalam menjamin kesinambungan pembiayaan layanan JKN sesuai standar yang berlaku.
“Kerja sama dengan rumah sakit kapal menjadi strategi penting untuk memperluas jangkauan layanan JKN di wilayah DBTFMS. Kami terus dorong inovasi berbasis kebutuhan lokal dengan tetap menjaga akuntabilitas dan efektivitas pembiayaan,” tuturnya.
Diharapkan, sinergi lintas sektor ini menjadi awal dari penguatan kolaborasi berkelanjutan demi memastikan layanan JKN hadir merata hingga ke pelosok nusantara. (rls)














Hari ini : 1198
Kemarin : 1647
Total Kunjungan : 245492
Hits Hari ini : 2202
Who's Online : 7