ISTORINEWS.COM, Sorong– Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) di tahun 2025 ini fokus terhadap peningkatan pengembangan pariwisata, sekaligus membuka jalur transportasi udara.
Hal ini diungkapkan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu disela-sela acara dialog Inisiasi dan Harmonisasi Rencana Program Peningkatan Pariwisata Melalui Transportasi Udara di BLU UPBU I Deo Sorong, di Rylich Panorama hotel, Kamis (7/5/2025).
Namun kata Gubernur Elisa Kambu, kemanan menjadi alasan utama untuk wisatawan berkunjung ke sebuah destinasi wisata.
“Tahun ini Pemerintah Papua Barat Daya akan lebih fokus ke peningkaaatan pariwisata, Papua Barat Daya ini kaya akan keindahaan alamnya, dan Raja Ampat adalah salaaah satu destinasi yang terkenal hingga ke manca negara,” ujar Elisa Kambu.
“Namun yang paaling penting adalah keamanan yang menjadi salah satu alasan wisatawan mau datang berkunjung ke sebuah destinasi wisata,” lanjutnya.
Kepala Bandara DEO Sorong, Cece Tarya, menjelasakan pihaknya mempunyai Renstra sehingga keinginan Bandara DEO agar bisa sinergi dan berkolaborasi dengan program Pemprov Papua Barat Daya.
Di samping itu kata Cece, lewat Inisiasi dan Harmonisasi Rencana Program Peningkatan Pariwisata Melalui Transportasi Udara, pihaknya berharap gubernur Papua Barat Daya melakukan intervensi terhadap penerbangan rute Labuan Bajo-Sorong.
Ia pun mengakui telah beberapa kali menawarkan kepada maskapai penerbangan untuk membuka rute Labuan Bajo-Sorong, namun belum ada yang bersedia. Padahal potensi kunjungan wisatawan dari Labuan Bajo ke Sorong sangat besar.
“Interfensi dari pemerintah di sini, misalnya jaminannya 80 %. Kalau jumlah penumpangnya lebih dari 80 seat maka uang ini tidak perlu keluar. Nah kami meminta untuk bisa membangkitkan demand ini 3 bulan saja setelah itu biar lepas,” ujar Gece Tarya.
Seberapa besar kontribusi yang didapatkan jika membuka rute penerbangan Labuan Bajo-Sorong, kata Cece, dengan modal sekitar Rp 5, 5 miliart saja Ia yakin dari sektor pariwisata dapat meningkatkan PAD Papua Barat Daya hingga Rp 11 miliar.
Terkait dengan kegiatan coffe morning yang digelar, Kabandara DEO Sorong mengatakan bahwa kegiatan inisiasi dan harmonisasi digelar tak lain bagaimana program dari pihaknya dapat bersinergi dengan program di Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.














Hari ini : 510
Kemarin : 1317
Total Kunjungan : 237292
Hits Hari ini : 1280
Who's Online : 5