Tegas Menolak Hadirnya NFRPB di Papua Barat Daya, Bupati Raja Ampat Orideko Burdam : NKRI Harga Mati

Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S.IP, MM, M.Ec, Dev.

ISTORINEWS.COM, Sorong– Penolakan terhadap Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) terus datang dari pejabat tinggi di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

Kali ini statmen penolakan secara keras datang dari Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam.

Bacaan Lainnya

Menurutnya apa yang dilakukan Abraham Goram secara nyata mengakui dirinya sebagai Staf Khusus NFRPB dan mengakui Negara Federal Republik Papua Barat merupakan sesuatu yang bertentangan dengan konstitusi.

Sebagai Bupati Kabupaten Raja Ampat, tentunya dengan tegaas saya menolak pernyataan yang disampaikan Abraham Goram Gaman terkait dengan NFRPB di Papua Barat Daya.

Pertama, Ia menyatakan menolak dengan keras segala bentuk kegiatan dan pernyataan yang dilakukan oleh saudara Abraham Goram Gaman pada tanggal 14 April 2025 yang lalu, atas nama Negara Republik Federal Papua Barat (NFRPB), dalam rangka pemisahan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya menyatakan menolak dengan keras segala bentuk kegiatan dan pernyataan yang dilakukan oleh saudara Abraham Goram Gaman pada tanggal 14 April 2025 yang lalu, atas nama Negara Republik Federal Papua Barat dalam rangka pemisahan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Orideko Burdam dalam pernyataan penolakan.

Selanjutnya Bupati Raja Ampat menegaskan bahwa Provinsi Papua Barat Daya, termasuk Kabupaten Raja Ampat, adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI.

“Saya menegaskan bahwa Provinsi Papua Barat Daya, termasuk Kabupaten Raja Ampat, adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI. Seluruh komponen masyarakat Kabupaten Raja Ampat wajib menjaga persatuan dan kesatuan, serta menolak setiap upaya separatisme yang dapat mengancam stabilitas dan keamanan daerah,” tegasnya.

Wakil Bupati Raja Ampat Periode 2019-2024 ini juga mengajak seluruh elemen pemerintah daerah, forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh masyarakat Raja Ampat untuk bersatu padu mempererat tali persaudaraan.

“Saya mengajak seluruh elemen pemerintah daerah, forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat, serta seluruh masyarakat Raja Ampat untuk bersatu padu mempererat tali persaudaraan, meningkatkan wawasan kebangsaan, dan menolak segala bentuk ajakan atau gerakan yang memecah belah NKRI,” tandasnya.

Orideko Burdam dengan tegas mengatakan bahwa NKRI Harga Mati. “Sekali lagi, saya menegaskan Papua adalah bagian dari NKRI. NKRI Harga Mati,” tegasnya.

Bupati Raja Ampat juga mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya, khususnya masyarakat Kabupaten Raja Ampat untuk bersama menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pos terkait