ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Sebanyak 170 pelaku usaha perikanan di Kota Sorong menerima bantuan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Perikanan.
Bantuan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Tahun Anggaran 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di sektor perikanan.
Penyerahan bantuan berlangsung di areal Integrated Farming Yonif 762/Vira Yudha Sakti (VYS) Sorong, Selasa (3/11/2026), dan dibuka langsung oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, S.H., didampingi Komandan Batalyon Infanteri 762/VYS, Letkol Inf Cening Sudiantaya, Pembukaan kegiatan ditandai dengan prosesi tebar benih ikan lele.
Kepala Dinas Perikanan Kota Sorong, Ludya Wattimena, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat yang bergerak di bidang perikanan.
“Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas, kapasitas usaha, dan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor perikanan,” ujar Ludya.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut menyasar kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan serta pembudidaya ikan, dengan total penerima sebanyak 170 orang.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi coolbox dan keranjang ikan kepada 90 orang, terdiri dari 65 Orang Asli Papua (OAP) dan 25 non-OAP.
Selanjutnya, bantuan sarana budidaya berupa 80 ribu ekor bibit ikan lele dan nila serta 320 karung pakan diberikan kepada 68 orang, yang terdiri dari 44 OAP dan 24 non-OAP.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan delapan unit kolam bioflok kepada delapan penerima OAP serta empat unit mesin alkon kepada empat penerima OAP.
Ludya berharap seluruh bantuan yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang kegiatan usaha masing-masing penerima dan tidak diperjualbelikan.
“Kami harap ini jadi penyemangat bagi nelayan, pembudidaya, dan pengolah untuk terus meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga,” katanya.
Untuk memastikan bantuan digunakan sesuai peruntukannya, Dinas Perikanan Kota Sorong akan membentuk tim pengawasan yang bertugas memantau pemanfaatan bantuan oleh para penerima.
“Pasti kami lakukan pengawasan, supaya bantuannya tepat sasaran dan tidak terjadi penyimpangan,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memastikan program pembangunan sektor perikanan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama Orang Asli Papua.
Menurutnya, pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu upaya membuka kesempatan yang setara bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
“Agar masyarakat, khususnya OAP mendapat kesempatan yang sama dalam pengembangan ekonomi sehingga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan,” tegas Septinus.
Ia berharap dukungan sarana dan prasarana tersebut dapat mendorong perkembangan sektor perikanan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Kota Sorong.
“Harapan saya, bantuan ini menjadi manfaat yang luas baik di sektor perikanan maupun sektor ekonomi,” pungkasnya.







