ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong, menggelar kegiatan Pengelolaan Pengembangan Usaha Industri Kecil membuat Kerajinan Tangan Aksesoris dari Manik-manik.
Kegiatan tersebut, dibuka oleh Wali Kota Sorong, Septinus Lovat, bertempat di Rylits Panorama hotel, Selasa (31/3/2026).
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan industri kreatif.
“Atas nama Pemerintah Kota Sorong, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Dekranasda Kota Sorong yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, kerajinan tangan berbasis manik-manik memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik dari sisi kreativitas, nilai ekonomi, maupun sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, para peserta mampu meningkatkan keterampilan, inovasi, serta daya saing produk sehingga dapat menembus pasar yang lebih luas.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat meningkatkan keterampilan, inovasi, serta daya saing produk agar mampu menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Kota Sorong menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan, hingga fasilitasi pemasaran.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sorong atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan pelaku usaha kecil dan industri kerajinan.
Dalam pernyataannya, Jemima menilai kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan industri kreatif lokal.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Sorong yang telah menggagas dan melaksanakan kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kerajinan tangan berbasis manik-manik memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi kreativitas, nilai ekonomi, maupun daya saing produk di pasar.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan keterampilan, inovasi, serta kualitas produk agar dapat menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional.
Lebih lanjut, Jemima menyatakan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan UMKM melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan, dan fasilitasi bagi masyarakat.
“Produk-produk lokal kita harus mampu dikenal lebih luas. Karena itu, dukungan berkelanjutan sangat diperlukan agar pelaku usaha semakin berkembang dan mandiri,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya guna meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha yang dijalankan.
Selain itu, Jemima turut menyinggung pentingnya dukungan infrastruktur dan akses pemasaran, termasuk peluang promosi produk lokal di ruang-ruang strategis seperti bandara, agar kerajinan khas daerah semakin dikenal oleh masyarakat luas.













Hari ini : 2399
Kemarin : 2301
Total Kunjungan : 376221
Hits Hari ini : 4289
Who's Online : 23