ISTORINEWS.COM, Kota Sorong– Dua kelompok karyawan ground handling terlibat keributan hingga nyaris baku hantam, buntut dari pergantian kontraktor Lion Air. Kejadian itu terjadi di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (20/9/2025) pagi.
Ketegangan yang terjadi melibatkan karyawan PT. Lintas Megantara dengan PT. Tri Perkasa Dirgantara. Ketegangan bermula saat pekerja PT. Lintas Megantara sedang melayani pesawat komersial, namun tiba-tiba dihentikan oleh karyawan PT. Tri Perkasa Dirgantara yang disebut baru ditunjuk Lion Air sebagai pengganti.
Situasi makin panas setelah adanya dugaan provokasi dari salah satu karyawan. Adu mulut tidak terhindarkan dan hampir berujung bentrokan fisik. Beruntung, aparat Polsek KP2 Udara bersama petugas Avsec cepat melerai dan mengamankan kedua kelompok.
Pihak PT. Lintas Megantara Protes
Legal PT. Lintas Megantara, Mario Manengkey, menilai keributan ini dipicu oleh keputusan sepihak Lion Air yang mendadak memutus kontrak.
“Kami menyesalkan terminasi sepihak ini yang menyebabkan kericuhan di area bandara. Kami mengimbau semua pihak menghormati proses hukum demi menjaga kondusifitas,” ujarnya.
Menurut Mario, kontrak kerjasama sebenarnya masih berlaku. Berdasarkan Pasal 17, perjanjian otomatis diperpanjang jika tidak ada pengakhiran resmi.
Sementara surat terminasi yang diterima pihaknya pada 9 Juli 2025 seharusnya memberi waktu 60 hari sesuai Pasal 18, namun Lion Air disebut memutus kontrak lebih cepat dari tenggat.
“Kami menilai prosedur tidak sesuai dan hal ini harus diselesaikan lewat ranah hukum perdata,” tambahnya.
Lion Air Masih Tutup Suara
Pihak Lion Air melalui Legal, Valentinus Sianipar, enggan memberikan keterangan detail.
“Kami masih melakukan koordinasi dulu, saya belum bisa memberikan pernyataan,” katanya singkat sambil meninggalkan Bandara DEO.
Kepala Bandara Pastikan Kondisi Normal
Sementara itu, Kepala Bandara DEO Sorong, Asep Soekarjo, memastikan operasional penerbangan kembali berjalan normal. Ia menegaskan tidak terlibat dalam penunjukan perusahaan pengganti.
“Kalau memang terbukti saya yang meminta pergantian perusahaan, saya siap dipecat dan dihukum. Itu sepenuhnya teknis maskapai, bukan kewenangan saya,” tegas Asep.
Ia juga meminta maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. “Namun saya pastikan saat ini aktivitas penerbangan normal dan bandara dalam kondisi aman,” ujarnya.
Otoritas bandara bersama kepolisian berencana menggelar mediasi ulang antara Lion Air, PT. Lintas Megantara, dan PT. Tri Perkasa Dirgantara. Langkah ini diambil untuk mencari titik temu sekaligus mencegah kericuhan serupa terulang.













Hari ini : 600
Kemarin : 1722
Total Kunjungan : 378604
Hits Hari ini : 1327
Who's Online : 8