Anggota Kelompok Khusus DPRP PBD Cartensz Malibella Mengutuk Keras Pembunuhan Nakes di Tambrauw

ISTORI NEWS : Anggota kelompok/Komisi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat Daya, Cartensz Malibella.

ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya — Anggota kelompok/Komisi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat Daya, Cartensz Malibella, mengutuk keras aksi pembunuhan terhadap tenaga kesehatan yang terjadi di wilayah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.

Cartensz menilai tindakan yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) tersebut merupakan perbuatan yang tidak berperikemanusiaan.

Bacaan Lainnya

“Perlakuan tersebut sungguh di luar perikemanusiaan. Itu tindakan biadab dan tidak menunjukkan perasaan sebagai manusia,” ujar Cartensz dalam pernyataannya.

Ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan pihak yang bekerja untuk membantu masyarakat, sehingga serangan terhadap mereka tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Sebagai anggota Fraksi/Kelompok Khusus dan juga mantan wakil ketua DPR Papua Barat periode 2019-2024, Cartensz juga meminta aparat keamanan untuk segera mengambil langkah tegas terhadap para pelaku.

Ia mendesak aparat gabungan TNI dan Polri bergerak cepat melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap kelompok yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Saya meminta aparat TNI-Polri bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut,” tegasnya.

Cartensz menyatakan dukungan penuh kepada aparat keamanan dalam upaya penegakan hukum agar para pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya sebagai anggota DPR dari Komisi Otsus sangat mendukung aparat gabungan TNI-Polri untuk menangkap para pelaku,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban, khususnya karena korban merupakan tenaga kesehatan yang tengah menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Cartensz menilai tindakan pembunuhan terhadap tenaga kesehatan menunjukkan bahwa pelaku tidak memahami situasi dan kondisi kemanusiaan di Papua.

Menurutnya, tenaga kesehatan seharusnya dilindungi karena perannya sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil.

Ia berharap kejadian tersebut tidak kembali terulang dan seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga keamanan serta keselamatan tenaga medis yang bertugas di wilayah Papua Barat Daya.

Pos terkait