ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya –
Rangkaian penyambutan Kapolda Papua Barat Daya yang baru, Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi oleh seluruh personil Polda Papua Barat Daya ditandai dengan tradisi Pedang Pora dan apel perdana.
Hal itu, merupakan simbol penghormatan tertinggi sekaligus tanda resminya estafet kepemimpinan baru di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya. Prosesi kegiatan itu digelar di lapangan apel Polda setempat, Rabu (9/9/2026).
Dalam apel perdananya, Hengki menekankan pentingnya membangun kekuatan tim dan kepemimpinan yang dilandasi keikhlasan dalam menjalankan tugas. Ia mengajak seluruh personel menjaga soliditas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh seorang pemimpin, melainkan oleh seluruh anggota yang mampu bekerja sebagai satu tim.

“Yang pertama merupakan suatu kebanggaan bagi saya pribadi untuk ditempatkan sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Ini adalah langkah pertama saya untuk menginjak di tanah Papua,” kata Hengki.
Hengki juga mengungkapkan pertemuannya kembali dengan Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, Kapolda Papua Barat Daya sebelumnya. Keduanya pernah terlibat dalam serah terima jabatan ketika sama-sama bertugas di lingkungan Polres Metro Jakarta Barat pada 2020.
Menurut Hengki, pertemuan tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier keduanya di kepolisian. Ia mengaku banyak belajar dari Audie selama menjalankan tugas.
“Apa yang disampaikan Pak Audie itu benar sekali. Namun, saya juga banyak belajar dari beliau,” ujarnya.
Di hadapan jajaran Polda Papua Barat Daya, Hengki meminta agar dirinya dapat diterima sebagai bagian dari keluarga besar institusi tersebut. Ia menilai manajemen dan kepemimpinan merupakan unsur penting dalam membangun organisasi.
Namun, kepemimpinan, kata dia, harus dijalankan dengan keikhlasan dan bukan karena rasa takut terhadap pimpinan.
“Saya sangat percaya bahwa inti dari suatu organisasi adalah manajemen. Inti dari manajemen adalah leadership. Dan inti dari leadership adalah keikhlasan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh keputusan dan pelaksanaan tugas mendapat dukungan personel yang bekerja dengan kesadaran dan keikhlasan.

“Bukan karena takut dengan pimpinan, tetapi karena rekan-rekan bekerja dengan ikhlas. Itulah yang disebut saat ini dengan kepemimpinan yang transformasional,” katanya.
Hengki juga mengingatkan bahwa Polri merupakan profesi mulia karena memiliki tanggung jawab dalam pengabdian kepada bangsa dan negara sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh personel menjaga kehormatan dan jati diri institusi.
“Dalam semangat pengabdian, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ingat, jangan cederai jati diri kita,” pesannya.
Hengki turut mendorong agar Polda Papua Barat Daya memiliki karakter dan keunggulan tersendiri meskipun merupakan salah satu Polda baru.
Ia mengibaratkan Polda Papua Barat Daya seperti bunga dengan warna berbeda di antara bunga lainnya. Perbedaan tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui kualitas pelayanan, profesionalisme, dan semangat pengabdian.
“Walaupun kita ini Polda baru, jadilah bunga yang berbeda di tengah kamar. Artinya, kita harus memiliki diferensiasi. Dalam pelaksanaan tugas ke depan kita harus berbeda,” ungkapnya.
Hengki menyadari karakteristik wilayah Papua memiliki tantangan tersendiri. Untuk itu, ia meminta dukungan dan bimbingan dari seluruh jajaran, termasuk Kapolda sebelumnya.
“Memang karakteristiknya berbeda di Papua. Kami mohon arahan dan bimbingan,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh seorang pemimpin semata, tetapi oleh kekuatan seluruh anggota yang bekerja bersama.
“Tidak ada pemimpin yang hebat. Yang ada adalah tim yang kuat,” pungkasnya.
Audie Latuheru Titip Polda Papua Barat Daya kepada Hengki Haryadi
Sementara itu, Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru mengaku memiliki hubungan khusus dengan Hengki Haryadi. Keduanya pernah menjalani serah terima jabatan dalam posisi berbeda pada 2020.
“Ini kejadian kedua kita berserah terima pada tahun 2020. Posisi sama seperti ini, tetapi beliau menyerahkan kepada saya, yaitu Kapolres Metro Jakarta Barat. Hari ini kita di Jakarta, bedanya saya yang menyerahkan kepada beliau,” kata Audie.
Audie mengaku tidak banyak memberikan pesan kepada Hengki. Ia hanya menitipkan jajaran Polda Papua Barat Daya kepada rekan satu angkatan sekaligus saudaranya tersebut.
“Saya hanya menitipkan beliau teman seangkatan dan juga saudara-saudara saya. Sekaligus beliau juga yang mengajari saya bagaimana menjadi Kapolres,” ujarnya.
Audie meyakini pola kepemimpinan Hengki tidak akan jauh berbeda dengan kepemimpinan yang selama ini diterapkannya di Polda Papua Barat Daya.
Menurutnya, pengalaman dan pembelajaran yang diperolehnya dari Hengki turut memengaruhi cara dirinya memimpin.
“Rekan-rekan, apa yang selama beberapa waktu kita lakukan bersama, kebijakan-kebijakan, cara dan gaya kepemimpinan saya, saya pikir tidak akan jauh berbeda. Karena saya juga banyak belajar dari beliau bagaimana cara memimpin. Artinya, warnanya mungkin akan sama saja,” katanya.
Audie bahkan berkelakar bahwa Hengki kemungkinan akan menerapkan kepemimpinan yang lebih tegas dibandingkan dirinya.
“Tadi saya sampaikan kepada para BGU, mungkin Pak Kapolda tidak jauh berbeda dari saya. Mungkin beliau akan sedikit lebih kencang, tentu begitu. Namanya guru kan harus lebih hebat,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Audie juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Papua Barat Daya yang telah mendukungnya selama menjalankan tugas sebagai Kapolda.
Selama memimpin selama satu bulan 23 hari, Audie menyebut loyalitas dan semangat personel menjadi salah satu hal yang sangat berkesan baginya.
“Kepada Pak Kapolda Papua Barat Daya, ini adalah rekan-rekan kerja kita semua. Selama kebersamaan kami satu bulan 23 hari menunjukkan loyalitas yang luar biasa, hebatnya,” ungkapnya.
Ia meyakini semangat dan loyalitas tersebut akan terus diberikan kepada Brigjen Pol. Hengki Haryadi sebagai Kapolda Papua Barat Daya yang baru.
“Saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Kapolda, tentu mereka-mereka ini akan tetap mendukung Bapak dengan penuh semangat yang terus menyala-nyala,” pungkas Audie.







