ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Sorong, Fredrick Frans Marlissa, menegaskan bahwa pelantikan kepengurusan Pertina Kota Sorong bukan sekadar pembentukan struktur organisasi, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun olahraga tinju yang berprestasi.
Ia juga menegaskan, olahraga tinju membutuhkan kedisiplinan, komitmen serta sportivitas yang tinggi. Karena itu, kepengurusan yang baru dilantik diharapkan mampu menjalankan organisasi sekaligus mendorong pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Momentum hari ini bukan sekadar pembentukan struktur, tetapi sebuah komitmen bersama. Sportivitas harus kita jaga dalam membangun olahraga, terutama olahraga prestasi yang membutuhkan disiplin, komitmen dan sportivitas,” ujar Fredrik.
Menurutnya, salah satu tugas utama Pertina Kota Sorong ke depan adalah menjaring atlet-atlet tinju muda dan amatir yang memiliki potensi untuk kemudian dibina dan diarahkan ke jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Dikatakannya,, Pertina harus berperan sebagai fasilitator dalam mengembangkan olahraga tinju di Kota Sorong, sehingga atlet tidak hanya tampil pada event tertentu, tetapi memiliki jalur pembinaan yang jelas dan berjenjang.
“Tugas kami adalah bagaimana menjaring petinju-petinju muda amatir untuk kita tuntun melangkah lebih lanjut dan lebih tinggi. Setelah organisasi ini terbentuk, kami menjadi fasilitator untuk mengembangkan tinju di Kota Sorong,” katanya.
Fredrik juga menekankan pentingnya pembinaan prestasi secara berjenjang. Menurut dia, prestasi atlet tidak boleh hanya dibangun ketika ada kejuaraan, tetapi harus dipersiapkan sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Pembinaan prestasi ini harus berjenjang. Tidak hanya ketika ada event kemudian kita baru bergerak, tetapi harus berkelanjutan ke depan. Itu menjadi bagian dari misi kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fredrik berharap adanya sinergi yang semakin kuat antara Pertina, pemerintah daerah, KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga serta cabang olahraga lainnya dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga, termasuk PON di masa mendatang.
Ia menyebut, pihaknya juga telah membangun komunikasi dengan jajaran KONI untuk mendorong kolaborasi dalam pengembangan olahraga tinju di Papua Barat Daya.
“Kami sudah melakukan komunikasi dengan Ketua Harian KONI untuk nanti kita berkolaborasi ke depan, bagaimana olahraga tinju di provinsi ini bisa berkembang,” ungkapnya.
Fredrik menilai dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun prestasi olahraga. Sebab, pembinaan atlet membutuhkan pembiayaan, fasilitas, kompetisi serta program yang dilakukan secara konsisten.
“Kalau pembangunan daerah mau maju, Kota Sorong mau maju dan punya atlet yang bagus, kita harus berkolaborasi. Pemerintah jangan sampai melihat pembinaan ini hanya menjadi beban Pertina, tetapi pemerintah harus menjadi bagian dan tulang punggung kita,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian yang proporsional kepada seluruh cabang olahraga, terutama cabang olahraga yang memiliki potensi besar dalam menyumbangkan prestasi bagi daerah.
Menurutnya, pemerintah perlu melihat potensi atlet berdasarkan kemampuan dan peluang prestasi ke depan, termasuk memberikan ruang kepada anak-anak muda yang memiliki bakat olahraga untuk berkembang.
“Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk mengembangkan bakat dan talenta yang mereka miliki, sehingga nantinya bisa membawa nama baik daerah, baik di tingkat daerah maupun nasional,” katanya.
Fredrik menambahkan, keberadaan Pertina di Kota Sorong harus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan generasi muda yang memiliki aktivitas positif sekaligus berprestasi melalui olahraga.
“Intinya, target yang masuk ke Pertina adalah masyarakat. Karena itu, pelantikan hari ini bukan hanya soal struktural, tetapi bagaimana kita memiliki komitmen untuk mendorong atlet-atlet amatir kita naik ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.







