Dinsos PBD Tingkatkan Keterampilan Disabilitas dan PPKS Melalui Pelatihan Produktif

ISTORI NEWS : Dinsos PBD Tingkatkan Keterampilan Disabilitas dan PPKS Melalui Pelatihan Produktif.

ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya– Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terus mendorong peningkatan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui program pelatihan keterampilan tata boga dan teknisi otomotif yang resmi dibuka di hotel Kriyat Sorong, Jumat (28/11/2025).

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat Daya, Anace Nauw, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam meningkatkan kapasitas, kemandirian, serta peran sosial bagi penyandang disabilitas dan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) yang berada dalam binaan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).

“Pelatihan keterampilan tata boga dan teknisi otomotif ini adalah bentuk fasilitasi peningkatan kapasitas agar mereka mampu berdaya saing serta meningkatkan ekonomi keluarga,” jelas Anace Nauw saat membuka kegiatan pelatihan.

Program pelatihan yang berlangsung sejak 28 November hingga 3 Desember 2025 tersebut melibatkan 60 peserta, terdiri atas:

15 peserta disabilitas bidang tata boga, 15 peserta pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial bidang tata boga, 15 peserta disabilitas bidang otomotif, 15 peserta potensi sumber kesejahteraan sosial bidang otomotif.

Untuk pelatihan tata boga, peserta dibekali teknik dasar memasak, pengolahan makanan berbahan lokal, higienitas, pengemasan, serta simulasi produksi dan pemasaran.

Sementara pelatihan otomotif meliputi pengenalan komponen kendaraan, perawatan mesin dasar, perbaikan ringan hingga praktik lapangan. Pelaksanaan kegiatan menggandeng lembaga pelatihan dari Makassar.

Anace menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan dan bantuan fasilitas penunjang usaha.

“Kita akan tetap memberikan pendampingan dan sekaligus pembekalan fasilitas penunjang guna pengembangan usaha mereka ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat akses layanan kesejahteraan sosial, memperluas kesempatan ekonomi, serta mendorong produktivitas kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas.

Kegiata tersebut bertujuan, meningkatkan kemampuan keterampilan peserta di bidang tata boga dan teknisi otomotif dasar serta memberikan bekal keterampilan yang dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja mandiri.

Kata Anace Nauw, program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata pemerintah Papua Barat Daya dalam menciptakan lapangan kerja mandiri dan menjamin kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas dalam pembangunan ekonomi daerah.

Pos terkait