ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin), Dr. Muhammad Ali, menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan suatu daerah, khususnya di Kota Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada peringatan Milad ke-43 Universitas Muhammadiyah (Unamin) Sorong yang berlangsung di Vega Prime Hotel, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, sektor pendidikan tidak hanya berfungsi mencetak sumber daya manusia, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perputaran ekonomi daerah.
Dr. Muhammad Ali mencontohkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota pendidikan yang berhasil memanfaatkan sektor akademik untuk mendorong perekonomian.
Ia menyebutkan, salah satu universitas besar di Yogyakarta pernah menerima pendaftar mahasiswa baru hingga puluhan ribu orang dari berbagai daerah, meski hanya sebagian kecil yang diterima.
“Meski tidak semuanya diterima, uang yang dibawa dan dibelanjakan calon mahasiswa dari luar daerah tetap beredar di Yogyakarta. Dari situ saya berpikir, bagaimana caranya agar sebanyak-banyaknya mahasiswa dari luar Papua bisa datang dan kuliah di Papua Barat Daya,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari luar daerah akan memberikan dampak ekonomi langsung karena perputaran uang terjadi di Kota Sorong dan wilayah Papua Barat Daya.
Selain sektor pendidikan, Rektor Unamin juga menyoroti pengelolaan sektor pariwisata, dengan mencontohkan Bali sebagai daerah yang sukses memanfaatkan potensi unggulannya. Ia menilai, keberhasilan Bali tidak terlepas dari kesadaran masyarakatnya bahwa sumber pendapatan utama daerah berasal dari kunjungan orang luar.
Dalam konteks Papua Barat Daya, Dr. Muhammad Ali menekankan bahwa destinasi wisata kelas dunia seperti Raja Ampat harus diiringi dengan regulasi yang memperkuat peran Kota Sorong sebagai pintu gerbang utama.
“Orang mau ke Raja Ampat pasti ke Sorong dulu. Memorinya memang Raja Ampat, tetapi perputaran ekonomi seharusnya juga dirasakan oleh Kota Sorong,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Menurutnya, Kota Sorong memiliki posisi strategis sebagai pusat berkumpulnya SDM di Papua Barat Daya.
“Saya yakin Kota Sorong akan menjadi wilayah paling maju di Tanah Papua. SDM itu ada dan berkumpul di sini,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Daya, H. Mungawan, menyebut usia ke-43 sebagai fase kematangan dan kebahagiaan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya Universitas Muhammadiyah Sorong yang kini menunjukkan capaian kualitas dan akreditasi unggul di kawasan Indonesia Timur.
“Usia 43 tahun ini adalah usia yang sangat membahagiakan dan matang. Matang karena Unamin telah mampu melahirkan kampus baru dengan akreditasi yang lebih unggul,” ujar Mungawan.
Ia menjelaskan, Unamin sebagai “universitas tua” telah melahirkan “universitas muda” yang berkembang dari rahim perguruan tinggi tersebut, bahkan dipimpin oleh alumni-alumni Unamin sendiri. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan sebuah kebanggaan, bukan ancaman.
“Sebagai orang tua, kita tidak boleh merasa tersaingi oleh anak. Justru kita harus bangga dan bersyukur ketika anak berkembang lebih baik,” katanya.
Mungawan menegaskan bahwa rasa syukur atas capaian institusi tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui komitmen, kerja keras, dan peningkatan kualitas berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui sambutan Gubernur Papua Barat Daya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Papua Barat Daya, Suardi Kamal, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap peran strategis Universitas Muhammadiyah Sorong.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kami menyampaikan selamat dan penghargaan atas dedikasi Universitas Muhammadiyah Sorong selama 43 tahun dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Tanah Papua,” ujarnya.
Menurut Suardi Kamal, Universitas Muhammadiyah Sorong telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda Papua Barat Daya yang berilmu, berdaya saing, dan berkarakter.
Peringatan Milad ke-43 ini juga dirangkaikan dengan launching pengembangan kampus serta penerimaan mahasiswa baru, yang dinilai sebagai momentum penting dalam membuka harapan baru bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Milad ke-43 Universitas Muhammadiyah Sorong menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh sivitas akademika untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi unggul demi kemajuan Papua Barat Daya dan Indonesia.













Hari ini : 1119
Kemarin : 0
Total Kunjungan : 451664
Hits Hari ini : 2710
Who's Online : 12