Reses Ahmad Fardhal Umlati Kawal Penyaluran BSPS di Raja Ampat, Dorong Pembangunan Jalan Desa

Reses Ahmad Fardhal Umlati Kawal Penyaluran BSPS di Raja Ampat, Dorong Pembangunan Jalan Desa.

ISTORINEWS.COM, RAJA AMPAT – Anggota DPRP Papua Barat Daya, Ahmad Fardhal Umlati, memanfaatkan kegiatan reses pada 27 Maret hingga 3 April 2026 untuk mengawal penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 serta mendorong pembangunan infrastruktur jalan desa di Kabupaten Raja Ampat.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRP Papua Barat Daya ini memastikan usulan bantuan perumahan yang diperjuangkan melalui Anggota Komisi V DPR RI, Faujia Helga Br. Tampubolon dan
jalan desa tahun 2027 di kampung Yensner Distrik Waigeo Timur dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Penyaluran bantuan BSPS tersebut menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Raja Ampat, yakni Kampung Saonek, Tiplol, Mayalibit, serta Kota Waisai yang merupakan ibu kota Kabupaten Raja Ampat.

Pengawalan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat sekaligus memastikan program bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Ahmad Fardhal Umlati mengatakan, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi wakil rakyat untuk melihat langsung kebutuhan masyarakat, mengawal program pembangunan, serta memastikan aspirasi warga mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Melalui kegiatan reses ini, kami berupaya memastikan program bantuan perumahan yang telah diusulkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami ingin bantuan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas rumah agar lebih layak huni,” ujar Ahmad Fardhal Umlati, Jumat (27/3/2026).

Selain mengawal program bantuan perumahan, Ahmad Fardhal juga menaruh perhatian pada pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah proses pembangunan jalan desa pada tahun anggaran 2027 di Kampung Yensner, Distrik Waigeo Timur, Kabupaten Raja Ampat.

Menurutnya, pembangunan jalan desa memiliki peran penting dalam membuka akses transportasi masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar di wilayah kampung.

“Pembangunan jalan desa sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat. Kami akan terus mendorong agar kebutuhan infrastruktur seperti ini mendapat perhatian, sehingga akses masyarakat semakin baik dan pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga ke kampung-kampung,” katanya.

Ia menegaskan, pengawalan program perumahan dan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Papua Barat Daya, khususnya warga Kabupaten Raja Ampat.

Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan program peningkatan kualitas rumah dan rencana pembangunan jalan desa dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait