ISTORINEWS.COM, Kota Sorong– Pemusatan pendidikan dan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Sorong tahun 2025 resmi ditutup pada Senin (18/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak 6 Agustus itu diikuti 40 peserta, terdiri atas 20 putra dan 20 putri terbaik dari sekolah-sekolah di Kota Sorong.
Rmpat puluh peserta Paskibra Kota Sorong itu merupakan siswa-siswi terbaik yang dipilih dari sekolah masing-masing dan terdapat 20 putra dan puteri asli Papua dan 20 putra dan putri non asli Papua.
Pelatihan Paskibraka Kota Sorong, dilaksanakan sesuai Peraturan DPP Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pembentukan Paskibraka, serta didukung Keputusan Wali Kota Sorong Nomor 200 Tahun 2025.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Rudy R Laku mewakili Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menutup kegiatan secara resmi Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Paskibraka Kota Sorong tahun 2025.
Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada para anggota Paskibraka yang sukses menjalankan tugas pada upacara pengibaran dan penurunan bendera HUT ke-80 RI di Kota Sorong.
“Kalau kita lihat di beberapa daerah masih ada kendala, seperti bendera terbalik atau tiang patah. Namun di Kota Sorong semua berjalan lancar. Ini berkat kerja keras kalian semua, juga pembinaan dari pelatih dan panitia,” kata Rudy Laku.
Ia berpesan agar nilai-nilai kedisiplinan dan tanggung jawab yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan kembali pada kebiasaan lama. Jadilah pribadi yang lebih baik, tangguh, dan bisa menjadi teladan di sekolah serta lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Sorong, Hendrikus Momot, turut memberikan apresiasi terhadap semangat para pelajar yang mengikuti pelatihan.
Menurutnya, perekrutan hingga pendidikan berjalan dengan baik meski menghadapi sejumlah tantangan.
“Anak-anak ini memiliki semangat tinggi. Mereka ingin tampil sebagai generasi yang mampu memimpin dan memberi teladan di masa depan. Bukan hanya sebagai anggota Paskibraka, tetapi juga sebagai pribadi yang bertanggung jawab,” teranagnya.
Hendrikus menekankan pentingnya ketelitian dalam pelaksanaan upacara, mulai dari kesiapan tiang bendera hingga kekompakan pasukan.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah pusat dan koordinasi panitia daerah menjadi faktor kelancaran kegiatan tahun ini.
“Panggung Paskibraka bukan hanya ajang seremonial, tapi tempat menempa generasi penerus bangsa. Saya yakin mereka akan tumbuh menjadi pemimpin di berbagai bidang,” pungkas Hendrikus.













Hari ini : 576
Kemarin : 1181
Total Kunjungan : 379761
Hits Hari ini : 1048
Who's Online : 19