ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya-
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah melakukan kunjungan kerja ke Bapperida Provinsi Papua Barat Daya dalam rangka pelatihan dan studi kolaborasi pengembangan Sistem Pengendalian APBD berbasis Web atau Mr-SIM, di Kota Sorong, Rabu (26/11/2025).
Rombongan dipimpin oleh Kabid Perencanaan Makro, Pengendalian, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Bapperida Provinsi Papua Tengah, Jemmy Gerson Adii, bersama 11 staf yang terdiri dari tiga sub-bidang, yaitu Sub Bidang Data, Sub Bidang Perencanaan Makro, serta Sub Bidang Pengendalian dan Evaluasi.
Dalam keterangannya, Jemmy menyampaikan apresiasi kepada Bapperida Papua Barat Daya sebagaimana telah membuka ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman pengembangan aplikasi pengendalian APBD.
“Pertama-tama kami menyampaikan terima kasih kepada Kepala Bapperida Papua Barat Daya beserta jajaran yang telah menerima kami bersama 11 staf. Kami datang ke Kota Sorong untuk mempelajari sistem pengendalian APBD, sebagai tindak lanjut dari studi singkat kami di Australia,” ujar Jemmy.
Ia menjelaskan bahwa selama studi di Australia, aplikasi pengendalian APBD milik Papua Barat Daya sempat ditunjukkan dan dinilai memiliki fitur yang lebih lengkap dibanding aplikasi yang saat ini dimiliki Papua Tengah.
“Di Papua Tengah kami sudah memiliki aplikasi pengendalian dan evaluasi pembangunan, namun fitur yang tersedia masih fokus pada kinerja berdasarkan Permendagri 86. Sementara di sini, sistem Mr-SIM memiliki fitur data, pemaketan, realisasi, dan kinerja APBD secara terintegrasi,” jelasnya.
Menurut Jemmy, keunggulan fitur tersebut menjadi dasar ketertarikan pihaknya untuk melakukan studi dan memperkuat sistem yang ada di Papua Tengah.
“Setelah menerima materi dan melihat langsung tampilan aplikasi mulai dari login hingga dashboard, kami menyadari bahwa masih banyak fitur yang perlu kami kembangkan. Karena itu kunjungan ini sangat bermanfaat sebagai referensi untuk penyempurnaan sistem kami,” katanya.
Jemmy juga mengungkapkan bahwa baik Bapperida Papua Tengah maupun Papua Barat Daya sama-sama bekerja sama dengan pengembang aplikasi Global Jogja, sehingga kolaborasi ke depan dapat lebih efektif.
“Kami sempat melakukan koordinasi sebelumnya, namun proses pengembangan membutuhkan waktu. Dengan materi dan pengalaman yang kami dapatkan di sini, kami optimis aplikasi kami akan semakin lengkap,” tutupnya.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Papua Barat Daya, Frengki A.R.M. Saa, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima kunjungan tim Bapperida Papua Tengah untuk melakukan pelatihan dan diskusi bersama terkait pengembangan program daerah.
“Kami sudah berlatih dan berdiskusi bersama sejak pagi, dan kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bapperida. Saya telah ditugaskan untuk mendampingi teman-teman di Bapperida Papua Tengah dari proses awal hingga akhir,” ujar Frengky Saa.
Ia menegaskan bahwa pendampingan tersebut tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, tetapi akan dilanjutkan hingga implementasi di lapangan.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Bapperida Papua Tengah menjadi contoh positif dalam upaya membangun kolaborasi dan pengembangan kapasitas aparatur perencana.
“Ini merupakan langkah yang sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi kita di Provinsi Papua Tengah untuk terus mendampingi teman-teman di daerah, termasuk di Kota ini,” jelasnya.
Frengky Saa, berharap kerja sama tersebut akan memberikan manfaat nyata dalam peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah.














Hari ini : 24
Kemarin : 1199
Total Kunjungan : 313491
Hits Hari ini : 28
Who's Online : 11