DPRK dan Pemkot Sorong Sepakat Wujudkan Tata Kota Berkelanjutan dan Bebas Banjir

ISTORI NEWS : Ketua DPR Kota Sorong, Drs. Ec John Lewerissa.

ISTORINEWS.COM, Kota Sorong- Pemerintah Kota Sorong bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sorong berkomitmen membangun tata kelola kota yang lebih berkelanjutan melalui penanganan serius terhadap persoalan banjir dan sampah.

Upaya ini menjadi langkah strategis mewujudkan Sorong sebagai kota bersih, sehat, dan tangguh terhadap perubahan lingkungan.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRK Sorong, John Lewerissa, menegaskan bahwa penanganan banjir dan sampah bukan sekadar urusan teknis, melainkan tanggung jawab moral pemerintah daerah dan lembaga legislatif untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Ini tanggung jawab bersama kami di DPRK bersama pemerintah kota. Persoalan banjir dan sampah harus segera diatasi karena sudah lama menjadi keresahan warga,” ujar John Lewerissa di Sorong, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, beberapa titik di Kota Sorong seperti depan Kantor DPRK, Jalan Jupiter, dan Kilometer 9 kerap mengalami genangan air saat hujan deras.

Kondisi tersebut, kata John, membutuhkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan langkah nyata di lapangan.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya memperkuat sistem pengelolaan sampah agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Kota Sorong harus punya sistem pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi. DPRK akan memastikan hal ini menjadi fokus pembahasan bersama pemerintah daerah,” katanya.

Tak hanya aspek lingkungan, John menambahkan bahwa pembangunan berkelanjutan juga bergantung pada kekuatan fiskal daerah.

Ia mendorong pemerintah kota untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sektor pajak dan retribusi.

“Tren penurunan dana transfer pusat perlu diantisipasi. PAD harus diperkuat agar pembangunan tidak bergantung sepenuhnya pada pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyusun langkah strategis melalui normalisasi saluran air, peningkatan infrastruktur lingkungan, serta edukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan.

“Kami sudah memetakan area rawan banjir dan mulai melakukan normalisasi saluran air. Partisipasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi bagian penting dari solusi,” jelasnya.

Septinus menekankan bahwa keberhasilan program lingkungan dan tata kota berkelanjutan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk DPRK dan masyarakat.

“Sorong tidak bisa berubah hanya lewat kebijakan pemerintah. Butuh gotong royong semua pihak agar kota ini benar-benar bebas banjir dan nyaman dihuni,” pungkasnya.

Pos terkait