ISTORINEWS.COM, Raja Ampat– Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam menyatakan pihaknya telah siap menggelar peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Raja Ampat.
Peletakan batu pertama RSUD Raja Ampat akan dilakukan pada Kamis,16 Mei 2025 mendatang oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Staf Presiden (KSP) Letjen TNI (Purn) AM Putranto.
“Tanggal 16 Mei 2025 mendatang kita akan menyaksikan peletakan batu pertama revitalisasi RSUD tipe D menjadi tipe C. Tidak tanggung-tanggung RSUD tipe ini berlantai tiga, ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik dan Cepat (PHTC) Kementerian Kesehatan,” ujar Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam lewat sambutannya pada HUT ke-22 Kabupaten Raja Ampat di Pantai WTC, 9 Mei 2025 lalu.
“Dan yang akan hadir langsung meletakkan batu pertama adalah Menteri Kesehatan bersama Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia,” lanjut Orideko.

Dikatakannya, ini adalah bukti nyata bahwa Raja Ampat bukan hanya dilihat, tetapi dihargai, karena rakyatnya berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, cepat, dan berkualitas.
Sebelumnya pada 10 April 2025 lalu, Bupati Orideko Iriano Burdam didampingi Direktur RSUD Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitella, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan program PHTC (Pembangunan Hasil Terbaik Cepat) terkait revitalisasi RSUD melalui skema pembiayaan DAK Fisik Tahun 2025.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Letnan Jenderal (Purn) Anto Mukti Putranto, di ruang rapat utama gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta.
Kepala KSP, A.M Putranto menegaskan bahwa program revitalisasi RSUD ini merupakan bagian dari legacy Presiden Prabowo Subianto.
Rakor itu dihadiri oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Wakil Kepala KSP M. Qodari, Dirjen Keuangan Kementerian Keuangan, Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, dan Deputi Pengawasan BPKP, serta 12 bupati/walikota.
Peningkatan kualitas dan kapasitas RSUD ini mencakup RSUD di 66 kabupaten/kota wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan yang akan direvitalisasi sepanjang 2025-2026.
Dimana RSUD Raja Ampat masuk dalam daftar 32 RSUD yang akan direvitalisasi di tahun 2025 melalui program Pembangunan Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Sedangkan 34 RSUD lainnya akan ditingkatkan pada tahun 2026 mendatang.
Revitalisasi RSUD Raja Ampat ini adalah langkah nyata pemerintah untuk memastikan layanan kesehatan yang semakin adil, merata, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Raja Ampat.
Dikatakannya, proyek pembangunan RSUD di Raja Ampat menggunakan metode Design and Build, yaitu model pengadaan yang menggabungkan perencanaan desain dan pelaksanaan konstruksi dalam satu kontrak terpadu.
Kata Orideko Burdam anggaran yang diperuntukan dalam pembangunan revitalisasi gedung RSUD Raja Ampat sebesar Rp160 miliar lebih, yang terdiri dari nilai pembangunan fisik, nilai alat kesehatan (alkes) dan nilai Konsultan Manajemen Konstruksi.
Direktur RSUD Kabupaten Raja Ampat, Meidi Lidia Maspaitella, saat dikonfirmasi mengatakan hingga saat ini persiapan peletakan batu pertama revitalisasi pembangunan RSUD Raja Ampat telah siap.
“Khusus untuk persiapan ground breaking di lokasi rumah sakit sudah kami siapkan dengan baik,” imbuh Direktur RSUD Raja Ampat.
Dikatakannya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Staf Presiden (KSP) Letjen TNI (Purn) AM Putranto serta PCO ditambah pejabat eselon satu dari KSP, pejabat eselon satu dari Kemenkes.














Hari ini : 470
Kemarin : 1317
Total Kunjungan : 237252
Hits Hari ini : 1115
Who's Online : 5