ISTORINEWS.COM, Kota Sorong – Pemerintah Kota Sorong menerima audiensi Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Sekretariat BPP.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong H. Thamrin Tajuddin, serta Sekretaris Dinas Pertanahan Kota Sorong, bertempat di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Sorong, Selasa (13/1/2025).
Dalam pertemuan itu, perwakilan BP3OKP menyampaikan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proses pengalihan aset dari kabupaten induk kepada Pemerintah Kota Sorong. Aset tersebut direncanakan akan dimanfaatkan untuk pembangunan Rumah Sakit Siloam di Kota Sorong.
BP3OKP menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Sorong telah menindaklanjuti arahan tersebut melalui surat resmi Wali Kota pada Maret 2025. Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penyelesaian administrasi aset.
BP3OKP juga mengapresiasi upaya percepatan yang telah dilakukan Pemkot Sorong. Disebutkan, progres penyelesaian di lapangan terus dipantau dan dilaporkan secara berkala kepada KPK dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Atas perintah Gubernur Papua Barat Daya, BP3OKP telah membentuk tim kecil yang bertugas mempresentasikan capaian kerja terkait penyelesaian aset dimaksud.
Audiensi tersebut bertujuan untuk mempersiapkan Pemerintah Kota Sorong dalam menyambut kedatangan investor yang akan melakukan audiensi dengan Gubernur Papua Barat Daya dan Wali Kota Sorong, sekaligus melanjutkan rapat teknis pembangunan Rumah Sakit Siloam.
Selain itu, BP3OKP mendorong adanya skema khusus dari Pemkot Sorong terkait penyerapan tenaga kerja, khususnya tenaga perawat Orang Asli Papua (OAP), agar dapat terlibat dalam operasional rumah sakit tersebut ke depan.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Sorong, H. Anshar Karim, menegaskan pentingnya kejelasan status pelimpahan aset dari kabupaten ke kota agar dapat segera ditindaklanjuti. Ia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga tidak menimbulkan kekecewaan bagi investor.
“Kota Sorong sangat membutuhkan rumah sakit yang representatif dan modern untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Sorong menyampaikan bahwa persoalan pengalihan aset bukanlah hal baru dan saat ini hanya tinggal pada tahap penyelesaian yang difasilitasi oleh BP3OKP. Ia berharap Gubernur Papua Barat Daya dapat bersungguh-sungguh menuntaskan persoalan tersebut.
Terkait perekrutan tenaga kerja OAP, ia menilai hal itu sebagai niat baik yang perlu didorong dengan porsi perekrutan yang lebih besar bagi OAP.
Pada kesempatan yang sama, turut dibahas pula isu pelayanan dasar di bidang kebersihan dan penataan lingkungan. Pemerintah Kota Sorong diminta melakukan peremajaan serta pemangkasan pohon-pohon yang sudah tua guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, disampaikan bahwa pada Jumat sebelumnya telah dilakukan penanaman pohon di kawasan Jupiter, serta kegiatan penyapuan dan pembersihan lingkungan yang terus dikoordinasikan setiap pagi.
(Diskominfo Kota Sorong)













Hari ini : 336
Kemarin : 2460
Total Kunjungan : 376618
Hits Hari ini : 527
Who's Online : 17