ISTORINEWS.COM, Jakarta– Anggota DPR RI asal Fraksi Partai Demokrat, Faujia Helga Tampubolon menyampaikan persoalan daerah yang menjadi fokus bersama terkait Jaringan Gas (Jargas) khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.
Hal itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama (Dirut) PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Dirut PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) di gedung DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (12/3/2025).
“Saya menyampaikan persoalan daerah yang menjadi fokus kita saat ini, yaitu Jargas atau jaringan gas,” ujar Faujia Helga Tampubolon.
Ia juga menjelaskan pada tahun 2016 sudah terpasang hampir 4000 jalur jaringan gas, dalam 5 keluaran dan didapatkan pembayaran perbulan sebesar Rp40.000.
Namun kata Srikandi Partai Demokrat itu, sampai dengan saat ini, jargas yang dipasang semua belum aktif atau belum dapat digunakan, sehingga perlu adanya pembicaraan lanjut dari pihak Petrogas dengan BUMD Kota dan Kabupaten Sorong serta PLN Papua Barat Daya.
“Saya meminta serta memohon kepada PGN dapat melihat kami di daerah khususnya Papua Barat Daya agar apa yang menjadi aspirasi kami ini dapat segara ditindaklanjuti untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Faujia Helga Tampubolon di hadapan Dirut PT.PHG dan Dirut PT. PGN saat rapat dengar pendapat.
Lebih lanjut, Faujia menegaskan bahwa perusahaan gas di Sorong mungkin tidak akan selesai hingga waktu yang tidak ditentukan.
“Kami berharap Komisi VI bisa melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi di sana,” tandasnya.













Hari ini : 680
Kemarin : 2460
Total Kunjungan : 376962
Hits Hari ini : 1221
Who's Online : 12