ISTORINEWS.COM, Papua Barat Daya- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menerima penyampaian rencana kegiatan proyek pengumpulan dan identifikasi kerangka prajurit Jepang yang gugur pada Perang Dunia II. Penyampaian rencana tersebut berlangsung di ruang kerja Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, Senin (9/2/2026).
Proyek ini merupakan kerja sama resmi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang bersifat kemanusiaan.
Kegiatan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Kementerian Kebudayaan Jepang.
Pelaksanaan proyek melibatkan tim gabungan Indonesia–Jepang dengan fokus pada pencarian, pengumpulan, serta identifikasi tulang belulang prajurit Jepang melalui metode ilmiah, termasuk analisis DNA sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, tim Jepang diperkenalkan sebagai pelaksana harian yang ditunjuk langsung oleh kementerian terkait.
Pada tahap awal, kegiatan ini diikuti oleh tiga orang perwakilan kementerian Jepang, dengan rencana penambahan personel pada tahap pelaksanaan selanjutnya.
Selain tim teknis, proyek ini juga melibatkan keluarga prajurit Jepang, Museum Perang Pasifik di Jepang, serta perwakilan Kedutaan Besar Jepang.
Selama berada di Sorong, tim dijadwalkan melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Gubernur Papua Barat Daya sebelum melaksanakan kegiatan lapangan di Kabupaten Tambrauw, khususnya Distrik Sausapor.
Berdasarkan arsip dan laporan militer Amerika Serikat, terdapat enam titik yang diduga sebagai lokasi pemakaman prajurit Jepang di wilayah tersebut.
Mengingat peristiwa perang terjadi sekitar 80 tahun lalu, kondisi lapangan diperkirakan telah banyak mengalami perubahan. Oleh karena itu, proses pencarian memerlukan dukungan dan kerja sama masyarakat setempat.
Selain Sausapor, tim juga memperoleh informasi mengenai dugaan lokasi pemakaman prajurit Jepang di wilayah Desa Emaus. Beberapa titik dilaporkan memiliki monumen yang diduga berkaitan dengan keberadaan makam prajurit Jepang.
Rangkaian kegiatan lapangan selanjutnya akan dilanjutkan dengan perjalanan tim dari Sorong menuju Manokwari.
Proyek ini dikoordinasikan oleh Yuni Suka dari sektor tenaga kerja dan kesehatan sebagai penanggung jawab kegiatan.
Pemerintah Jepang diketahui secara rutin melaksanakan kegiatan penghormatan bagi prajurit Jepang setiap bulan Agustus, termasuk pengelolaan taman peringatan khusus. Kerangka prajurit yang berhasil diidentifikasi nantinya akan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dalam proses identifikasi, tim bekerja sama dengan kementerian terkait di bidang pendidikan dan penelitian untuk pengambilan sampel serta pemeriksaan DNA.
Proses ini membutuhkan waktu cukup panjang, mulai dari tahap pencarian hingga analisis ilmiah, dengan tujuan mengembalikan sebanyak mungkin kerangka prajurit kepada keluarga masing-masing.
Tim juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan tulang belulang yang ditemukan guna menghindari kontaminasi yang dapat memengaruhi hasil analisis DNA. Benda-benda pribadi seperti tempat minum, kalung identitas, foto keluarga, atau sikat gigi dinilai dapat membantu proses identifikasi.
Sebagai bagian dari pendekatan sosial dan budaya, sebelum pelaksanaan penelitian atau penggalian, tim akan berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh adat setempat untuk memperoleh persetujuan masyarakat.
Apabila dilakukan penggalian, proses tersebut akan melibatkan masyarakat setempat, disaksikan aparat desa dan pihak terkait, serta dilaksanakan secara terbuka sesuai prosedur.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai tindak lanjut kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang telah terjalin sejak 2019.
Proyek ini diharapkan dapat berjalan lancar dan menjadi bentuk penghormatan serta penyelesaian kemanusiaan bagi keluarga prajurit yang telah lama menantikan kepastian.













Hari ini : 882
Kemarin : 2460
Total Kunjungan : 377164
Hits Hari ini : 1663
Who's Online : 12