Puluhan Siswa di Waisai Diduga Keracunan MBG, RSUD Overload Tangani Korban

Puluhan Siswa di Waisai Diduga Keracunan MBG, RSUD Overload Tangani Korban.

ISTORINEWS.COM, Raja Ampat-  Puluhan siswa SD dan SMP di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, dilarikan ke RSUD setempat setelah mengalami gejala keracunan, diduga usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Jumat siang (1/12/2025).

Para tenaga medis bergerak cepat memberikan pertolongan pertama, mulai dari pemasangan infus hingga penanganan keluhan akut. Korban terus bertambah dalam kondisi lemas.

Bacaan Lainnya

Para pasien dilaporkan mengalami gejala pusing, mual, dan muntah-muntah. Situasi tersebut membuat para orang tua panik dan segera membawa anak mereka ke rumah sakit.

Korban keracunan berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SD dan SMP Alfa Omega Waisai, SD Negeri Perumahan 100, serta beberapa sekolah lain yang menerima suplai makanan MBG dari Dapur 1.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah satu sumber yang enggan namanya diberitahu, bahwa makanan yang dikonsumsi korban dari sejumlah sekolah diduga berasal dari Dapur 1 di Perumahan 10 Waisai.

Menu MBG dikonsumsi para siswa sekitar pukul 11.00 WIT. Sebagian sisa makanan bahkan dibawa pulang ke rumah atas arahan guru.

Hingga berita ini diturunkan, sekitar 60 anak dilaporkan telah menjalani perawatan di RSUD Waisai akibat dugaan keracunan massal tersebut.

Jumlah korban diperkirakan terus bertambah karena masih ada pasien baru yang berdatangan.

Untuk mengantisipasi lonjakan, BPBD Waisai memasang tenda darurat di depan Unit Gawat Darurat (UGD) sebagai ruang tambahan penanganan.

Sementara itu, Wakil Bupati Raja Amoat bersama Satreskrim Polres Raja Ampat dan pimpinan serta anggota DPRK Raja Ampat telah turun ke lokasi Dapur 1 untuk memeriksa bahan makanan dan proses pengolahan MBG yang dibagikan.

Hingga kini pihak berwenang masih menyelidiki penyebab keracunan, sementara perawatan medis terus dilakukan bagi para korban.

Sampai berita ini ditayang, belum ada pihak yang dapat dikonfirmasi termasuk Satgas MBG dan Pemda Kabupaten Raja Ampat.

Pos terkait